AYOJAKARTA.COM - Perusahaan Apple digemborkan telah menginvestasikan Rp1,58 triliun di Indonesia.
Pemerintah Indonesia kemudian membahas proposal yang diterima pada 19 November 2024 tersebut.
Investasi di negara Indonesia ternyata memiliki beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kementerian Perindustrian dalam mengkaji isi proposal yang disampaikan oleh Apple tersebut.
Dikutip dari menpan.go.id, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif secara singkat memaparkan isi proposal yang disampaikan oleh Apple tersebut dengan meliputi rencana investasi selama dua tahun dengan nilai USD100 juta.
Baca Juga: iPhone 16 Kanapa Gagal Rilis Januari 2025 di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya
Hal itu termasuk di dalamnya tentang pembangunan development center, pembangunan apple academy di Bali dan Jakarta, serta pembangunan pabrik komponen mesh airpod max.
Apple yang diketahui akan memberikan nilai investasi sebesar USD100 juta ini masih dalam tahap perkembangan Kemenperin.
Indonesia hanya menilai bahwa nilai ini tidak adil jika dibandingkan nilai investasi Apple di negara-negara lain seperti Vietnam dan Thailand.
"Dengan nilai tersebut Indonesia berpendapat bahwa tidak fair juga jika disebut-sebut iPhone ingin menaikkan investasi hingga 10 kali lipat. Seharusnya kita melihat apakah nilai USD100 juta tersebut berkeadilan atau tidak bagi Indonesia, lalu setelah itu iPhone bisa dibandingkan dengan penjualan di negara dengan tujuan investasi Apple lainnya seperti India, Vietnam, dan Thailand,” tegas Febri dikutip dari menpan.go.id, Rabu (1/1/2025).
Baca Juga: Siap Masuk Indonesia, Begini Review iPhone 16 Pro: Peningkatan yang Layak Tetapi Tidak Perlu
Tentunya negara ini masih menimbang apakah nominal rencana investasi tersebut berkeadilan terhadap investasi para produsen produk handphone, komputer, dan tablet (HKT) lain di Indonesia.
Investasi di Indonesia diketahui bukan hanya Apple yang memanfaatkan pasar domestik.
Mulai dari beberapa bulan yang lalu, Indonesia diketahui sedang menilai apakah nilai tersebut berkeadilan dan sesuai dengan target pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dengan banyak menyerap tenaga kerja atau tidak.
Sekadar informasi, bahwa Kemenperin juga memiliki lebih lanjut mengenai harapan untuk investasi ini.
Karena Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghendaki Apple untuk mulai bekerja sama dengan industri dalam negeri untuk mengintegrasikannya dengan Global Value Chain (GVC) Apple.
Kerjasama Apple ini tentunya juga akan memberikan dampak positif bagi sektor industri manufaktur di tanah air, termasuk menyerap tenaga kerja pada industri yang masuk dalam GVC Apple.
Selain itu, Kemenperin mencatat masih ada komitmen investasi Apple pada proposal periode 2020 hingga 2023 sebesar Rp271 Miliar yang belum direalisasikan oleh tahun 2024.
Dengan proposal periode 2020 hingga 2023 yang belum direalisasikan ini membuat Kemenperin belum mengeluarkan sertifikasi TKDN dan izin impor untuk iPhone 16 series hingga saat ini.***