AYOJAKARTA.COM - Peluncuran Samsung Galaxy S26 Ultra semakin dekat, dan rumor besar mulai mengguncang pasar smartphone premium.
Bocoran perangkat yang diduga sebagai S26 Ultra muncul dalam sebuah video singkat yang dibagikan pembocor Ice Universe di platform X.
Video tersebut memperlihatkan kemasan ritel dan tampilan belakang perangkat, lengkap dengan konfigurasi kamera yang kini berada dalam modul terangkat, bukan lensa terpisah seperti generasi sebelumnya.
Secara visual, perubahan ini termasuk minor, namun tetap mengindikasikan adanya penyegaran desain meskipun tidak drastis.
Menariknya, banyak komentar menyebut bahwa bocoran tersebut belum tentu asli. Bahkan pembocor Max Jambo ikut meragukan keabsahan perangkat.
Namun begitu, bagian-bagian yang tampak di video selaras dengan rumor sebelumnya mengenai empat kamera belakang, dukungan S Pen, serta opsi warna hitam atau abu-abu gelap.
Artinya, sekalipun ini hanyalah dummy unit, kemungkinan besar bentuk finalnya tidak akan jauh berbeda.
Namun aspek paling kontroversial dari S26 Ultra justru bukan desainnya, melainkan isu harga.
Ketersediaan RAM di pasar global yang sedang menipis diproyeksi akan mendorong biaya produksi smartphone naik di tahun 2026.
Menurut laporan terbaru, Samsung S26 Series berpotensi mengalami penyesuaian harga sekitar 60 dolar untuk varian 256 GB di sejumlah wilayah.
Anehnya, pasar AS diprediksi tetap mendapatkan harga standar, sedangkan negara lain terancam menanggung lonjakan biaya.
Kombinasi kenaikan harga, spesifikasi yang dianggap stagnan, serta model bisnis berbeda antar negara membuat S26 disebut sebagai salah satu flagship paling kontroversial Samsung dalam beberapa tahun terakhir.
Kontroversi lain muncul dari kembalinya chipset Exynos. Meski S26 Ultra dipastikan memakai Snapdragon secara global, S26 dan S26 Plus disebut akan kembali mengandalkan Exynos 2600 di beberapa pasar.
Dari sisi teknis, Exynos 2600 dibangun di proses 2 nm dan membawa GPU serta mesin AI baru.
Namun perang persepsi melawan Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih belum dimenangkan Samsung, sehingga publik mempertanyakan apakah strategi ini tepat waktu.
Di tengah kritik, Samsung tetap membawa fitur baru. Salah satu yang paling menarik adalah “privacy display” bertenaga AI yang memungkinkan layar hanya terlihat dari depan.
Fitur ini diperkirakan tersedia di seluruh lini S26, bukan hanya Ultra, dan menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bekerja di ruang publik.
Peluncuran resmi Samsung S26 diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Jika rumor ini akurat, tahun 2026 mungkin akan menjadi ujian besar bagi Samsung, yaitu apakah pembeli akan menerima kompromi harga, prosesor, dan desain demi fitur-fitur baru, atau justru beralih ke flagship generasi sebelumnya?***