AYOJAKARTA.COM - Samsung kembali mencuri perhatian publik pada ajang Consumer Innovation Show (CIS IS) 2026.
Bukan lewat peluncuran HP baru, tetapi lewat demonstrasi teknologi rumah pintar dan ide besar tentang masa depan perangkat sehari-hari.
Pertanyaan yang muncul kemudian soal apakah HP tetap jadi pusat hidup digital, atau akan digantikan oleh AI dan perangkat rumah?
Tema besar yang dibawa Samsung adalah “AI Experiences Everywhere for Everyone”.
Intinya, kecerdasan buatan bukan lagi fitur terpisah, tetapi pendamping hidup. Pendekatannya bukan sekadar performa, tetapi solusi untuk masalah harian.
Bagian yang paling menarik adalah kulkas pintar. Perangkat ini kini masuk dalam ekosistem smart home.
Pengguna bisa telepon dari kulkas menggunakan Bixby, lengkap dengan live translate.
Kulkas juga dilengkapi kamera dan AI vision sehingga bahan makanan akan terdeteksi otomatis.
AI bahkan bisa memberi rekomendasi resep dan mengirim informasi langsung ke oven pintar.
Layar kulkas dapat menampilkan profil keluarga dengan voice ID. Ini menjadikan kulkas sebagai pusat informasi rumah, bukan sekadar tempat menyimpan makanan.
Samsung juga membawa konsep baru pada TV lewat Vision AI Companion. TV tidak lagi pasif.
Saat menonton olahraga, pengguna dapat bertanya siapa pemain, alasan sorakan penonton, hingga prediksi skor.
Saat menonton acara masak, AI bisa membaca konteks dan memberi resep. Semua terhubung dengan akun dan preferensi di HP.
Pada sisi display, Samsung memamerkan layar transparan microLED yang cocok untuk etalase ritel.
Kemudian ada TV 130 inci micro RGB yang digadang sebagai TV terbesar dunia.
Samsung juga menunjukkan headset Galaxy VR sebagai gambaran interaksi visual masa depan di luar HP dan TV.
Teknologi layar lipat juga mendapat sorotan. Samsung mempertontonkan layar “advanced creaseless” yang hampir tanpa lipatan.
Ini menjadi bocoran arah generasi Fold berikutnya. Samsung juga memperlihatkan perbedaan OLED dan LCD untuk edukasi konsumen.
Di area smart home, Samsung memperkuat sektor keamanan lewat SmartThings. Sistem dapat mendeteksi orang asing, menyalakan lampu dan TV secara otomatis, hingga memberi ilusi rumah sedang dihuni. Semua dikendalikan dari HP, termasuk saat pemilik berada di luar negeri.
Di bidang kesehatan, Samsung memperkenalkan konsep Care Companion. AI mengumpulkan data dari HP, jam, dan wearable untuk memetakan fungsi otak, pola tidur, hingga kebiasaan harian.
AI dapat memberi skor kesehatan dan rekomendasi latihan kognitif, termasuk untuk lansia dan hewan peliharaan.
Pada akhirnya, peran HP belum hilang. Justru semakin penting sebagai pusat kontrol.
Namun muncul pertanyaan lanjutan, apakah AI yang semakin mengenal kita adalah kemudahan atau ancaman privasi?
Jawaban itu akan ditentukan perilaku pengguna dan arah industri ke depan.***