AYOJAKARTA.COM - Samsung kembali memanaskan pasar flagship. Menjelang peluncuran Samsung Galaxy S26 Ultra, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini akhirnya mengonfirmasi jadwal Galaxy Unpacked terbaru yang akan digelar pada 25 Februari di San Francisco.
Acara ini menjadi salah satu yang paling ditunggu, terutama bagi pencinta ponsel premium dan penggemar ekosistem Samsung.
Dilansir dari YouTube Tcol Tech, acara Galaxy Unpacked akan berlangsung pukul 10.00 waktu Pasifik dan bisa disaksikan secara global melalui situs resmi Samsung, newsroom, hingga YouTube.
Artinya, pengguna di Indonesia juga bisa mengikuti pengumuman produk secara real time tanpa harus datang langsung ke Amerika Serikat.
Menariknya, Samsung tak hanya menjual “hype” peluncuran. Perusahaan juga menyiapkan berbagai insentif pre-order yang cukup agresif.
Konsumen yang mendaftar lebih awal di situs resmi Samsung berhak mendapat kredit belanja senilai USD 30.
Tak berhenti di situ, Samsung juga menawarkan potongan hingga USD 900 lewat program tukar tambah, terutama untuk perangkat kelas atas seperti iPhone 17 Pro Max atau Galaxy seri sebelumnya.
Bahkan tanpa trade-in pun, tersedia kredit hingga USD 150, ditambah peluang memenangkan voucher belanja senilai USD 5.000.
Lalu, apa yang membuat Galaxy S26 Ultra begitu dinanti? Dari sisi performa, ponsel ini dikabarkan akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 berbasis fabrikasi 3 nm.
Chip ini menjanjikan efisiensi daya lebih baik, sekaligus performa AI yang lebih kencang berkat NPU khusus.
Samsung juga disebut akan mengandalkan layar OLED generasi baru yang lebih hemat energi.
Meski kapasitas baterai masih bertahan di angka 5.000 mAh—ukuran yang sudah dipakai selama beberapa generasi—Samsung diyakini menutupinya dengan efisiensi sistem dan peningkatan kecepatan pengisian daya hingga 60 watt.
Klaimnya, baterai bisa terisi hingga 75 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.
Fokus lain yang cukup menarik adalah privasi dan AI. Samsung dikabarkan membawa fitur privacy screen berbasis kombinasi hardware dan software, serta pendekatan Galaxy AI yang lebih kontekstual.
Alih-alih sekadar chatbot, AI di Galaxy S26 Ultra akan bekerja sebagai “agen” di latar belakang, memberi rekomendasi cerdas tanpa harus diminta.
Dari sisi desain, Samsung juga disebut akan kembali menggunakan rangka aluminium generasi baru, meninggalkan titanium demi manajemen panas yang lebih baik.
Dengan segala bocoran ini, Galaxy S26 Ultra tampak diposisikan sebagai flagship serius yang tak hanya mengandalkan spesifikasi, tetapi juga pengalaman penggunaan.
Kini, publik tinggal menunggu satu hal, yakni soal apakah semua janji ini benar-benar terwujud saat panggung Galaxy Unpacked dibuka akhir Februari nanti.***