AYOJAKARTA.COM - Kehadiran Samsung Galaxy S26 Ultra langsung menarik perhatian para penggemar gadget.
Bukan hanya karena statusnya sebagai flagship terbaru Samsung, tetapi juga karena sejumlah fitur baru yang disebut cukup revolusioner, salah satunya Privacy Display.
Tech reviewer Youtuber Cupu mengaku sudah menggunakan perangkat ini selama sekitar satu minggu dan menemukan beberapa hal menarik yang jarang dibahas.
“Gua udah pakai S26 Ultra ini sekitar seminggu dan cukup banyak yang bisa gua share, terutama soal privacy display-nya dan efek sampingnya saat aktif,” ujar Cupu dalam ulasannya di kanal Youtube-nya.
Cara Kerja Privacy Display yang Unik
Fitur Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra dirancang untuk melindungi layar dari orang yang mencoba mengintip dari samping.
Teknologi ini bekerja dengan dua jenis pancaran piksel, yaitu white pixel dan narrow pixel.
White pixel memancarkan cahaya lebih lebar sehingga layar tetap terlihat dari samping, sementara narrow pixel hanya memancarkan cahaya langsung ke depan.
“Kalau privacy display aktif, white pixel-nya mati. Jadi yang nyala cuma narrow pixel yang mengarah langsung ke pengguna,” jelas Cupu.
Dengan cara ini, layar hanya bisa terlihat jelas oleh orang yang memegang ponsel. Namun teknologi ini ternyata memiliki efek samping.
“Karena sebagian piksel dimatikan, resolusi layar otomatis berkurang. Layarnya jadi sedikit redup dan warnanya agak pucat,” tambahnya.
Meski begitu, fitur ini bisa dinonaktifkan kapan saja sehingga tidak menjadi masalah besar bagi pengguna.
Performa Lebih Kencang dari Generasi Sebelumnya
Dari sisi performa, Galaxy S26 Ultra juga menunjukkan peningkatan dibanding pendahulunya, Samsung Galaxy S25 Ultra.
Dalam pengujian benchmark menggunakan AnTuTu Benchmark, skor ponsel ini meningkat hingga sekitar 700 ribu poin atau sekitar 24 persen lebih tinggi.
“Chipset baru di S26 Ultra ini performanya naik lumayan, hampir seperempat dibanding S25 Ultra,” kata Youtuber Cupu.
Untuk pengujian gaming berat, suhu perangkat masih berada di kisaran 43–44 derajat Celsius, mirip dengan generasi sebelumnya.
Namun stabilitas performanya sedikit lebih baik berkat sistem pendingin vapor chamber yang lebih efisien.
Kamera Lebih Halus, Video Lebih Stabil
Samsung juga meningkatkan bukaan lensa pada kamera utama dan telefoto. Walau peningkatannya tidak langsung terlihat drastis, detail foto dan akurasi warna dinilai lebih baik.
“Kalau diperhatikan lebih detail, warna di S26 Ultra lebih akurat dan teksturnya lebih jelas,” ujar Youtber Cupu.
Selain itu, perekaman video juga mendapat peningkatan dalam pengolahan cahaya sehingga hasil rekaman terlihat lebih bersih.
Fitur AI yang Mulai Terasa Berguna
Beberapa fitur AI juga menjadi daya tarik baru di Galaxy S26 Ultra. Salah satunya adalah Photo Assist yang memungkinkan pengguna mengedit foto hanya dengan perintah teks.
Youtuber Cupu bahkan mencoba berbagai perintah sederhana seperti mengganti warna mata hingga menghapus objek dari foto.
“Semua prom tadi bisa pakai bahasa Indonesia sehari-hari. Enggak perlu kata kunci ribet,” katanya.
Selain itu ada fitur Audio Eraser yang bisa mengurangi suara bising di video, bahkan saat menonton konten dari aplikasi seperti YouTube atau TikTok.
Upgrade Besar atau Sekadar Penyempurnaan?
Secara keseluruhan, Cupu menilai Galaxy S26 Ultra bukan revolusi besar dibanding pendahulunya, tetapi lebih ke penyempurnaan.
“Upgrade-nya memang enggak heboh banget. Tapi kalau kalian datang dari seri lama, pengalaman pakainya bakal terasa jauh lebih matang,” pungkasnya.