Gadget

Kelebihan dan Kekurangan iPhone 17e, Seberapa Worth It untuk Dibeli?

Oleh: Katarina Erlita Senin 23 Mar 2026, 18:09 WIB
Spesifikasi iPhone 17e (Sumber: youtube.com/@YoutuberCupu)

AYOJAKARTA.COM - Apple kembali menghadirkan opsi “lebih terjangkau” lewat iPhone 17e.

Namun, seberapa jauh kompromi yang harus diterima dibanding versi flagship seperti iPhone 17 Pro Max?

Seorang tech reviewer dari kanal YouTuber Cupu, mencoba langsung menggunakan iPhone 17e selama 7 hari untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari sisi baterai, iPhone 17e dengan kapasitas 4005 mAh mampu memberikan Screen On Time (SOT) sekitar 6 hingga 7 jam.

“Untuk ukuran HP compact, gua rasa SOT 7 jam ini udah termasuk bagus,” ujar Youtuber Cupu.

Bahkan dalam penggunaan seharian penuh, mulai dari navigasi, media sosial, hingga foto dan video, perangkat ini masih mampu bertahan hingga malam hari, meski tersisa tipis.

Performa juga bukan masalah besar. Ditenagai chipset A19 terbaru, iPhone 17e mampu menjalankan aktivitas harian dengan lancar, termasuk gaming ringan seperti Mobile Legends tanpa frame drop.

“Selama pakai HP ini mulus-mulus aja, performanya juga kencang,” tambahnya. Meski begitu, ia mencatat suhu perangkat kadang terasa hangat tanpa pola yang jelas.

Dari sisi desain, iPhone 17e tetap membawa ciri khas premium Apple dengan frame aluminium dan dukungan MagSafe.

Ukurannya yang compact dengan layar 6,1 inci membuatnya nyaman digunakan satu tangan.

Namun, ada satu hal yang cukup mengganggu di awal, yakni refresh rate layar yang masih 60Hz.

“Awal-awal scroll pakai 60Hz, jujur mataku sakit. Tapi setelah beberapa hari, udah mulai terbiasa,” ungkap Youtuber Cupu.

Kompromi paling terasa ada di sektor kamera. iPhone 17e hanya dibekali satu lensa utama tanpa ultrawide maupun telephoto.

Hal ini membuat pengambilan foto di ruang sempit atau lanskap jadi terbatas.

“Yang bikin gua sebel jelas absennya ultrawide,” katanya. Selain itu, fitur cinematic mode juga tidak tersedia, meski kualitas video tetap solid khas iPhone.

Meski begitu, kualitas foto dan video dari kamera utama tetap bisa diandalkan, terutama untuk konten media sosial.

Dynamic range dan stabilisasi masih menjadi keunggulan yang sulit disaingi di kelasnya.

Satu hal yang tetap dipertahankan adalah kekuatan ekosistem Apple. Integrasi dengan perangkat lain seperti Apple Watch SE dan AirPods tetap berjalan mulus.

“Hal-hal kecil kayak ini yang bikin kita betah di ekosistem Apple,” jelas Cupu.

Kesimpulannya, iPhone 17e bukan perangkat yang “menyiksa”, melainkan tetap menyenangkan digunakan selama pengguna memahami komprominya.

“Buat gua sih enggak nyesal. Pengalaman pakainya tetap enak, walaupun downgrade-nya nyata, terutama di kamera,” pungkasnya.

Dengan harga lebih terjangkau, iPhone 17e bisa jadi pilihan menarik, terutama bagi pengguna yang sudah berada dalam ekosistem Apple.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita