AYOJAKARTA.COM - Pasar smartphone entry level di tahun 2026 semakin kompetitif, bahkan di tengah krisis komponen seperti RAM dan storage.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Redmi A7 Pro, penerus lini terjangkau dari Xiaomi. Lalu, dengan harga Rp1 jutaan, apakah perangkat ini masih worth it?
Tech reviewer dari Youtube Jagat Review, Deddy Irvan, menegaskan bahwa seri Redmi A memang sejak awal dirancang untuk kebutuhan dasar.
“Fokusnya bukan ke performa tinggi, tapi ke kebutuhan dasar seperti chatting, sosial media, nonton, dan penggunaan ringan lainnya,” jelasnya.
Dari sisi desain, Redmi A7 Pro tampil simpel namun tetap menarik lewat pilihan warna yang variatif.
Layarnya berukuran besar, 6,9 inci dengan refresh rate hingga 120Hz, fitur yang tergolong jarang di kelas harga ini.
Meski begitu, bezel masih tebal dan desain notch masih dipertahankan, hal yang menurut Deddy “masih bisa dimaklumi untuk kelas 1 jutaan.”
Performa menjadi aspek yang perlu disesuaikan dengan ekspektasi. Mengandalkan chipset Unisoc T7250 dengan RAM 4GB dan storage UFS 2.2, peningkatan terasa pada kecepatan baca-tulis dibanding generasi sebelumnya.
“Storage-nya udah pakai UFS, jadi lebih responsif,” ungkap Deddy. Namun untuk multitasking berat atau gaming, performanya terbatas. Game seperti Mobile Legends masih playable, tapi tidak stabil, sementara Genshin Impact “kurang nyaman dimainkan.”
Di sektor kamera, Redmi A7 Pro membawa sensor utama 13MP dan kamera selfie 8MP. Hasilnya cukup untuk dokumentasi sederhana, namun minim stabilisasi.
“Dia enggak ada stabilizer, jadi videonya cukup gempa,” jelasnya saat pengujian.
Salah satu nilai jual utama ada di baterai. Kapasitas 6000 mAh terbukti impresif dengan daya tahan panjang.
“Enggak cuma angka doang, tapi daya tahan baterainya emang bagus,” kata Deddy Irvan.
Dalam pengujian, perangkat mampu memutar video offline hingga lebih dari 33 jam.
Dari sisi software, Redmi A7 Pro sudah menggunakan HyperOS 3 berbasis Android 16 dengan janji update hingga 4 kali Android dan 6 tahun keamanan, langka di kelas entry level.
Namun ada kompromi, karena tidak ada NFC, gyroscope, dan masih ada iklan di sistem.
Meski begitu, dengan harga Rp1.799.000 untuk varian 4/128GB, perangkat ini dinilai masih relevan.
“Overall performanya masih sesuai dengan harganya. Jadi ekspektasinya jangan berlebihan juga,” tutup Deddy.
Kesimpulannya, Redmi A7 Pro masih layak dilirik di 2026 untuk pengguna kasual yang mengutamakan baterai awet, layar besar, dan penggunaan ringan bukan untuk gaming berat atau fotografi serius.***