AYOJAKARTA.COM - Poco F7 Pro hadir sebagai comeback seri Pro setelah hampir 5 tahun absen di pasar Indonesia.
Terakhir kali Poco merilis varian Pro adalah Poco F2 Pro, sementara seri F3 hingga F6 hanya tersedia dalam varian standar.
Strategi ini cukup masuk akal mengingat seri F standar selama ini telah mendominasi pasar dengan kualitas yang sulit dilawan bahkan oleh smartphone dengan harga lebih tinggi.
Namun, dalam setahun terakhir, dominasi Poco F series mulai terganggu oleh produk internal mereka sendiri, yakni Poco X series yang menawarkan nilai lebih baik.
Poco X7 Pro misalnya, mampu menyaingi bahkan melampaui kualitas Poco F6.
Karena itu, daripada membiarkan kedua lini produk saling mematikan, Poco memutuskan untuk mengekspansi seri F ke pasar yang lebih tinggi dengan meluncurkan Poco F7 Pro.
Smartphone ini diposisikan di kelas 7-8 jutaan, menyasar segmen yang selama ini belum disentuh Poco.
Sebagai flagship killer, Poco F7 Pro dibekali spesifikasi tinggi yang menjadi ciri khas lini F series.
Smartphone ini menggunakan prosesor Snapdragon 8 Gen 3, prosesor flagship dari Qualcomm dengan skor benchmark sekitar 2 juta.
Dibandingkan dengan smartphone kompetitor di kisaran harga 6-7 jutaan seperti Samsung A56 atau Vivo V50 yang masih menggunakan prosesor kelas menengah, Poco F7 Pro jelas unggul dari segi performa.
Kemampuan gaming-nya pun memukau dengan Mobile Legends yang bisa dijalankan pada 120 FPS setting Ultra, PUBG Mobile stabil di atas 100 FPS, dan Genshin Impact mencapai hampir 60 FPS di setting medium.
Meski demikian, saat pengujian Genshin Impact dengan setting maksimum, Poco F7 Pro hanya mencapai rata-rata 51 FPS dengan frame rate terendah di kisaran 40-45 FPS, hasil yang sedikit di bawah ekspektasi jika dibandingkan dengan flagship seperti Xiaomi 14 yang memiliki prosesor sama.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh sistem pendinginan Poco F7 Pro yang masih setara smartphone kelas menengah, sehingga saat dipaksa maksimal, suhu perangkat bisa mencapai 44 derajat dan sistem akan menurunkan performa untuk mencegah overheat.
Dari segi desain, Poco F7 Pro menampilkan peningkatan signifikan dengan frame metal yang solid dan dingin, berbeda dari Poco lain yang masih menggunakan plastik.
Body belakang terbuat dari kaca dengan motif khas Poco berupa pola bulat dan garis pada sepertiga bagian atas.
Layarnya berukuran 6,67 inci dengan panel AMOLED 120 Hz beresolusi 2K (1440 x 3200 piksel) yang mendukung Dolby Vision dan HDR10+.
Kecerahan layar mencapai 1800 nits, menjadikannya tetap jelas terlihat di bawah sinar matahari langsung, dan dilindungi Gorilla Glass 7i.
Poco F7 Pro hadir dengan HyperOS 2 dan menjanjikan update hingga 4 tahun dengan tambahan 2 tahun security patch.
Meski begitu, sebagai perangkat non-flagship Xiaomi, iklan masih muncul di beberapa aplikasi bawaan.
Baca Juga: Tunggu atau Beli Sekarang? Dilema iPhone 16 vs iPhone 17 dengan Tiga Kamera 48MP dan RAM 12GB
Baterai 6000 mAh memberikan daya tahan yang baik, dengan konsumsi daya 7% untuk streaming video selama satu jam, 8-9% untuk main Mobile Legends setting maksimal selama satu jam, dan 13% untuk Genshin Impact setting maksimal selama setengah jam.
Pengisian daya super cepat dengan charger bawaan 90W, hanya butuh 38 menit untuk terisi penuh.
Sistem kamera ganda terdiri dari kamera utama 50MP dan ultrawide 8MP dengan kamera depan 20MP. Hasil fotonya natural dengan detail yang bagus dan noise minimal bahkan di kondisi minim cahaya.