AYOJAKARTA.COM - Meskipun Xiaomi 15 menawarkan berbagai keunggulan yang menjadikannya salah satu flagship compact terbaik.
Perangkat ini masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen Indonesia.
Kekurangan paling mencolok adalah kehadiran iklan yang muncul dalam aplikasi bawaan Xiaomi, sebuah masalah klasik yang terus mengikuti produk-produk Xiaomi hingga lini flagship mereka.
Baca Juga: Seger Banget! Cobain Resep Es Mambo Alpukat Super Sehat Menu Takjil Buka Puasa
Ketika pengguna mencari tema baru untuk mempersonalisasi tampilan perangkat, mereka akan dihadapkan dengan berbagai iklan yang mengganggu pengalaman pengguna.
Hal ini menciptakan kontras yang cukup mengganggu mengingat posisi Xiaomi 15 sebagai perangkat premium.
Kebijakan iklan ini mungkin bisa dimaklumi pada perangkat entry-level atau mid-range sebagai bentuk subsidi harga.
Namun pada flagship yang dibanderol dengan harga premium, keberadaan iklan ini terasa tidak sesuai dengan kelas dan positioning produk.
Situasi ini menciptakan pengalaman pengguna yang kurang menyenangkan dan menurunkan persepsi nilai dari perangkat yang sebenarnya memiliki spesifikasi hardware yang sangat mumpuni.
Kekurangan kedua berkaitan dengan perbedaan kualitas antara kamera utama dan kamera ultrawide pada Xiaomi 15.
Meskipun kedua kamera ini memiliki resolusi yang sama yaitu 50MP dan sama-sama telah dikalibrasi oleh Leica, masih terdapat inkonsistensi warna yang cukup terlihat.
Kamera ultrawide menghasilkan foto dengan warna yang lebih pudar dibandingkan dengan kamera utama.
Meskipun perbedaan ini tidak sejomplang yang ditemui pada perangkat mid-range, disparitas ini tetap terasa mengganggu ketika pengguna membandingkan hasil foto secara berdampingan.
Untuk sebuah flagship yang dibanggakan memiliki sistem triple kamera 50MP yang semuanya dikalibrasi oleh Leica, inkonsistensi semacam ini seharusnya dapat diminimalisir.
Kondisi ini mungkin menjadi pertimbangan bagi fotografer mobile yang mengharapkan konsistensi warna ketika beralih antar lensa.
Terutama dalam situasi fotografi lansekap atau arsitektur di mana kamera ultrawide sering dimanfaatkan.
Aspek ketiga yang menjadi kekurangan Xiaomi 15 di Indonesia adalah ketidakpastian terkait harga dan kebijakan after-sales service.
Hingga saat review dibuat, Xiaomi Indonesia belum mengumumkan harga resmi untuk Xiaomi 15, yang menimbulkan kekhawatiran apakah harganya akan kompetitif.
Seperti Xiaomi 14 yang dibanderol sekitar 10 juta rupiah atau akan mengalami kenaikan signifikan mengingat peningkatan spesifikasi yang dibawa.
Selain itu, meskipun Xiaomi menjanjikan dukungan update OS selama 4 tahun dan update keamanan selama 6 tahun.
Masih ada keraguan terkait konsistensi dan kecepatan distribusi update tersebut di Indonesia yang historis sering tertinggal dibandingkan pasar global.
Sistem after-sales Xiaomi di Indonesia juga masih menjadi pertanyaan, terutama terkait ketersediaan suku cadang untuk komponen seperti baterai silikon karbon yang baru diperkenalkan atau Dragon Crystal Glass yang diklaim lebih kuat namun belum teruji di pasaran Indonesia.
Kekhawatiran lain juga muncul terkait kemampuan service center lokal dalam menangani teknologi-teknologi baru yang diimplementasikan pada Xiaomi 15, yang berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang bagi pengguna.***