Gadget

Tecno Spark 30 Pro Transformers Edition Belum Sempurna, Berikut Alasan Lengkapnya!

Oleh: Fina Salsabila Aura Kamis 30 Jan 2025, 05:56 WIB
Tecno Spark 30 Pro Transformers Edition

AYOJAKARTA.COM - Meskipun Tecno Spark 30 Pro Transformers Edition menawarkan banyak nilai positif, perangkat ini masih memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan.

Aspek pertama yang menjadi sorotan adalah penggunaan material bodi yang masih mengandalkan bahan polikarbonat.

Yang meskipun umum di kelasnya, tetap memberikan kesan kurang premium dibandingkan material kaca atau logam.

Casing khusus Transformers yang disertakan, meskipun menarik secara casing, justru mengurangi tampilan mengkilap dari bodi belakang smartphone dan memberikan efek warna yang lebih pudar.

Baca Juga: Resmi Dijual Lebih Murah di Indonesia, Cek Harga iPhone 16, iPhone 16 Plus, iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max

Beberapa elemen desain seperti bukaan port headphone jack dan bagian bawah perangkat juga menunjukkan ketidakpastian dalam proses manufaktur.

Dari segi performa, penggunaan chipset MediaTek Helio G100 yang sebenarnya merupakan rebranding dari Helio G99 menunjukkan keterbatasan dalam kemampuan gaming.

Meskipun mampu menjalankan game populer seperti Mobile Legends dengan pengaturan tinggi, performa Genshin Impact terbatas pada pengaturan rendah dengan frame rate sekitar 30fps.

Customisasi interface bertema Transformers juga memiliki beberapa kekurangan, seperti ringtone dan efek suara yang terkesan kurang maksimal dalam mengadaptasi tema robot.

Baca Juga: Segini Harga iPhone 16 Setelah Terkena Pajak 12 Persen! Mulai Ada Titik Terang Sebentar Lagi Rilis di Indonesia?

Serta pilihan wallpaper yang terbatas dan Always On Display yang hanya bisa aktif selama 10 detik.

Layar perangkat, meskipun menggunakan panel AMOLED dengan refresh rate 120Hz, masih menunjukkan bezel yang cukup tebal terutama di bagian bawah.

Meski masih dapat diterima untuk kelas harganya, hal ini tetap mengurangi kesan premium yang ingin ditampilkan.

Sistem kamera juga memiliki keterbatasan dimana dari rmpat lingkaran kamera yang terlihat di bagian belakang.

Hanya satu yang merupakan kamera fungsional dengan sensor 108MP, sementara yang lainnya hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif dan LED flash.

Penggunaan gimmick desain seperti ini bisa dianggap menyesatkan bagi konsumen yang mengharapkan setup kamera yang lebih lengkap.

Aspek audio melalui speaker ganda, meskipun mendukung Dolby Atmos, menghasilkan kualitas suara yang tergolong standar dan tidak memberikan pengalaman audio yang istimewa.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Desi Kris