Gadget

Apple Terancam Kehilangan Pasar Rp151 Triliun di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Oleh: Fina Salsabila Aura Sabtu 18 Jan 2025, 14:47 WIB
Apple

AYOJAKARTA.COM - Negosiasi kritikal antara Pemerintah Indonesia dan Apple Inc memasuki babak baru yang menegangkan. 

Hal ini terjadi setelah pertemuan tertutup pada 7 Januari 2025 di kantor Kementerian Perindustrian Jakarta.

Dalam pertemuan yang berlangsung intensif tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan diskusi mendalam dengan Nick Amon, Vice Presdient of Global Policy Apple.

Pada pertemuan tersebut, mereka membahas tentang proposal investasi multi miliar dolar yang diajukan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Baca Juga: Cara Mudah Download MP3 YouTube dan Putar di Play Musik HP

"Kami telah menerima pengajuan proposal resmi terbaru dari Apple dan saat ini sedang dalam proses pengkajian yang komprehensif," ujar Menteri Perindustrian dalam pernyataan resminya, dikutip dari kanal YouTube Metro Tv, Sabtu (18/1/2025). 

Agus Gumiwang juga menegaskan bahwa proposal yang diajukan Apple masih belum memenuhi unsur keadilan dan ekspektasi dari pemerintah Indonesia.

Terutama dalam aspek pengembangan ekosistem teknologi dan industri digital yang sedang kita bangun dengan serius di tanah air.

Situasi ini membawa implikasi serius terhadap rencana distribusi iPhone 16 di pasar Indonesia.

Baca Juga: Status Terkini Negosiasi TKDN Apple di Indonesia Tahun 2025 dan Pengaruhnya Terhadap Penjualan iPhone 16

Dengan potensi penjualan yang diproyeksikan mencapai lebih dari 100 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 151 triliun rupiah terancam tidak terealisasi.

Kementerian Perindustrian, melalui juru bicaranya, menekankan posisi tegas pemerintah, "Proposal investasi yang ditawarkan Apple saat ini masih jauh dari memadai untuk mendukung kebutuhan pengembangan ekosistem teknologi serta industri digital yang sedang kita bangun di Indonesia."

"Kami membutuhkan komitmen yang lebih substansial dan konkret dari Apple untuk berkontribusi dalam pembangunan kapasitas teknologi nasional," tambahnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan pemerintah dalam mengevaluasi setiap detail proposal investasi yang diajukan.

Sebagai langkah tindak lanjut dari pertemuan strategis tersebut, proses negosiasi akan dilanjutkan secara intensif oleh tim teknis di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian.

"Kami telah menginstruksikan tim teknis untuk melakukan analisis mendalam terhadap setiap aspek proposal Apple dan memastikan bahwa setiap poin negosiasi sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia," jelas Dirjen ILMATE dalam briefing tertutup dengan media.

Lebih lanjut, beliau menambahkan, "Pemerintah Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi asing, namun dengan catatan tegas bahwa investasi tersebut harus memberikan nilai tambah nyata bagi pengembangan industri dalam negeri."

"Termasuk transfer teknologi dan pemberdayaan sumber daya lokal," tekannya.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Desi Kris