Gaya Hidup

Hari Batik Nasional, 6 Fakta Tentang Batik Warisan Dunia dari Indonesia yang Diakui UNESCO

Oleh: Linda Wati Rabu 28 Sep 2022, 14:16 WIB
Hari Batik Nasional,6 Fakta Tentang Batik Warisan Dunia dari Indonesia

AYOJAKARTA.COMBatik menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.

Batik memiliki pola yang beragam dan biasanya memiliki makna tersendiri sesuai dengan daerah asalnya.

Biasanya saat memperingati Hari Batik Nasional, para pekerja, siswa maupun guru mengenakan Batik sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya yang telah mendunia ini.

Baca Juga: Buka Rekening bank bjb Bisa Dapat Tiket Nonton Solo Batik Music Festival

Sebagai warga negata Indonesia wajib bangga karena Negeri kita memiliki warisan budaya yang Negara lain belum tentu miliki.

Bangga dengan memperkenalkan Batik kepada dunia serta mencintai produk lokal.

Jangan sampai batik di klaim kembali oleh negara lain.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Batik Guru di Kabupaten Bogor, Lima Orang Diperiksa Polisi

Batik memiliki fakta menarik yang belum banyak orang lain tahu. Lalu apa saja faktanya?

Berikut ulasannya seperti dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube The Shiny Peanut pada Rabu (28/9/2022):

1. Asal usul nama Batik

Baca Juga: Pesawat Batik Air dan Garuda Mendarat Darurat di Bandara Adi Soemarmo

Batik diambil dari bahasa Jawa, yakni Amba dan Tik. Amba berarti menulis, dan Tik artinya titik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Batik berarti menulis titik-titik atau dengan pola yang beragam di atas kain.

2. Peringatan Hari Batik

Baca Juga: Penjelasan Batik Air Soal Dilarang Terbang ke Pontianak

Penetapan hari Batik dirayakan pada tanggal 2 Oktober.

Hal itu karena UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbedawi atau masterpiece of the oral and intangible horitage of humanity pada 2 Oktober 2009.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia aat itu menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional.

Baca Juga: 5 Penumpang Positif Covid-19, Batik Air Tak Boleh Mendarat di Pontianak

3. Batik sampai ke kancah Internasional

Orang yang pertama kali memperkenalkan Batik kepda dunia adalah Soeharto.

Pada tahun 1980 hingga 1990,Batik menjadi buah tangan yang diberikan oleh Soeharto kepada tamu kenegaraaanya.

Baca Juga: Lebih Trendi, SOFTIES Hadirkan Masker Bermotif Batik

Soeharto pun memakai Batik saat menghadiri konferensi PBB.

Pada 1986, Soeharto berhasil membuat Presiden Amerika, Ronald Reagan memakai bakai dengan istrinya.

Bahkan mantan Presiden Afrika, Nelson Mandela senang memakai batik disetiap kesempatan.

Baca Juga: PILKADA DEPOK 2020: Selalu Pakai Batik, Pradi Gencar Program Bela dan Beli Produk UMKM Lokal Depok

4. Memiliki harga yang fantastis

Batik dapat mencapai harga jutaan tergantung dengan kualitas bahan, motif dan tingkat kesulitannya.

Batik yang paling mahal yakni Batik Tiga Negeri, Batik Halis Cirebon, Batik Indonesia  Corak Belanda

Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional, Handayani Geulis Berikan 130 Batik ke Guru Honorer

5. Kota Batik terbesar

Kota terbesar pembuat batik ada di Yogyakarta, Solo dan Pekalongan

Bahkan ternyata Papua juga memiliki Batik dengan motif yang khas dan unik dari derahnya.

Baca Juga: Batik Garuda Nusantara 74 Meter Dibentangkan di Museum Nasional

6. Motif Batik bukan hanya di kain

Seiring perkembangannya waktu, kini banyak orang berinovasi membuat sebuah terobosan baru.

Kini batik buka hanya ada pada kain, tetapi batik pun bisa ditemukan pada sebuah kue.

Bahkan perusahaan Emas Antam, membuat desain emasnya dengan memberikan ukiran pada batang emas Antam.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris