Gaya Hidup

Ini 3 Contoh Puisi Semangat Kemerdekaan Indonesia Singkat dan Padat untuk HUT RI 17 Agustus

Oleh: Redaksi Rabu 10 Agu 2022, 08:05 WIB
Ilustrasi. Puisi semangat kemerdekaan Indonesia yang singkat dan padat untuk HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022.

AYOJAKARTA.COM - Contoh puisi semangat kemerdekaan Indonesia yang singkat dan padat bisa didapatkan melalui informasi berikut ini.

Pada 17 Agustus 2022, Indonesia memasuki usia kemerdekan yang ke-77 tahun sejak 1945.

Dalam momen HUT RI ini, puisi sering dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan.

Baca Juga: Mbah Moen Sebut di Umur Inilah Seseorang Ditentukan Nasibnya Akan Hidup Kaya atau Miskin, Simak Penjelasannya!

Mulai dari tugas sekolah sampai lomba Agustusan, puisi singkat tentang semangat kemerdekaan bisa menjadi pelengkap.

Dalam artikel ini, tersedia 3 contoh puisi tentang semangat kemerdekaan Indonesia yang bisa dijadikan referensi.

Berikut ini adalah daftar puisi semangat kemerdekaan yang singkat dan padat, dihimpun AyoSurabaya.com dalam artikel "3 Puisi 17 Agustus 2022 Tema Hari Kemerdekaan untuk Perayaan HUT RI ke-77".

Baca Juga: Ingin Cepat Kaya? Ikuti 5 Amalan dari Mbah Moen Agar Rezeki Lancar

Contoh Puisi Semangat Kemerdekaan Indonesia Singkat dan Padat

Puisi (1)

Merdeka

Silam penuh kelam, malam tak tahu syahdu dan siang penuh jeritan
Gencatan senjata, peluru menari-nari di udara
Menembus daging yang melekat di tulang yang kelihatan bentuknya
Itulah kisah pilu dari pria muda dan tua yang memegang sebilah bambu tajam

Tidak disangka dia pergi menjauh dari istri, anak, orang tua, dan saudarinya
Pulang tinggal nama, sebab raganya tertembus timah panas dan jiwanya di alam kesunyian kesendirian
Itulah kisah seorang patriot yang mati demi tanah leluhur Indonesia Pertiwi

Masa penuh kelam, nan jauh dari kemewahan saat kita hidup masa ini
Sepasang kekasih yang tak sempat memadu kasih
Sebab peluruh meruntuhkan mawar yang dipetik di halaman rumah untuk kasih
Dan sang jenderal kembali menyurati untuk kembali ke medan perang

Sekilas kisah perjuangan dan menemukan kebebasan
Bebas dari para imperialis dan para pencuri harta dunia pertiwi
Sekilas kisah dibalik usia yang hampir dituai sebentar lagi
Merdeka tanpa dinikmati, berharap senyuman dibalik alam sunyi untuk negeri yang kini berdiri kokoh

Wahai para pejuang, seandainya kau melihat bangsamu kini,
Perjuanganmu tidaklah sia-sia
Kekasih yang kau tinggalkan pun akan tersenyum
Sebab namamu dalam sanubari setiap insan
Dan kami dan Negeri sebentar lagi kan tuai usia 77 tahun

Baca Juga: Baca Dzikir Ini 129 Kali, Mbah Moen Sebut Bisa Datangkan Rezeki dan Terbebas dari Hutang

Puisi (2)

Darah yang Telah Tumpah

Mentari pagi yang seharusnya dinikmati
Sebab Tuhan telah memberikannya kepadamu

Seduh kopi dan teh hasil alam pertiwi
Tak sempat kau seduh dan nikmati di pagi yang cerah

Serdadu dan para perampas dari Nederland kembali kuasi pagi
Tubuh yang tak sempat dihangatkan kembali berperang

Sarung kain yang kusam kau kenakan
Sebilah parang dan bambu runcing kau bawa lari

Bersembunyi mencari celah
Menghunus mencabik-cabik daging para serdadu

Darah mengalir dari cabikan penuh kebencian
Tak kau perhitungkan dosa dan kemanusiaan

Dalam sanubarimu hanya ada satu tekat
USir merekaa dari pertiwi yang merampas pagi kami

Tak sempat kau raih dan nikmati semua itu
Dari belakang sebutir peluru menembusi raga yang tak sempat dihangatkan

Kau tertembak dan jatuh tersungkur
Darah mengalir di tanah yang dirampas haknya oleh Penjajah

Raga terkapar kaku dan jiwamu bersemayam di pangkuan ilahi
Engkau mati pada pangkuan pertiwi dengan hormat

Kami tidak mampu membayangkan semua itu
Kami hanya mampu mengenang jiwa kepatriotanmu

Bahkan kamu sendiri tidak meminta lebih dari kami
Hanya setitik harapan darimu "Ingatlah darah yang telah tumpa"

Baca Juga: Teks Biantara Bahasa Sunda Singkat dan Padat untuk Pidato 17 Agustus HUT RI ke-77

Puisi (3)

Anugerah Tuhan

Tidak mampu mengukir kebaikan-Mu Tuhan
Dalam sanubari ini, selalu Merasa

Tuhan betapa baiknya Engkau
Membawah bangsa kami untuk tuai usia 77 tahun

Sudah lebih dari setengah abad kami hidup merdeka
Sebagai bangsa tanpa imperialis dan Perbudakan

76 tahun kami hidup bebas merdeka
Akankah kami merdeka selalu usai tuai usia 77?

Anugerah-Mu Tuhan tak terhitung telah kami tuai
Cinta-Mu kepada bangsa lemah tak pernah paling

Jagalah selalu bangsa kami
Biar setiap masa kami tuai kembali usia baru

Baca Juga: Ini Contoh Biantara atau Pidato Bahasa Sunda tentang Kemerdekaan Indonesia ke-77 untuk 17 Agustus

Demikianlah contoh puisi singkat dan padat tentang semangat kemerdekaan Indonesia untuk menyambut momen HUT RI ke-77 pada 17 Agustus.*** (Alkuin Meydalyan/AyoSurabaya.com)

Reporter Redaksi
Editor Tedi Rukmana