AYOJAKARTA.COM -- Saat menghadapi suatu permasalahan dalam hidup, tidak sedikit orang yang justru memilih untuk memendam emosi.
Selain disebabkan rasa takut disalahkan atau malu jika diketahui orang lain, memendam emosi juga bisa terjadi karena berbagai faktor psikis seperti pengalaman trauma.
Akibatnya, meski dirasa sangat menyayat hati atau melukai batin, orang memendam emosi justru lebih cenderung mendengarkan suara pikiran yang jelas-jelas tidak mudah terluka.
Kebiasaan memendam emosi bukan hanya membahayakan bagi kondisi mental seseorang, tetapi juga dapat berpengaruh pada fisik.
Emosi negatif yang terus dibiarkan mengendap di dalam tubuh, akan sangat berpengaruh besar pada kehidupan pribadi seseorang.
Dalam beberapa kasus, penyangkalan terhadap luka batin akibat memendam emosi bahkan sampai melahirkan perspektif palsu tentang situasi atau realitas hidup yang dialami.
Individu yang terbiasa memendam emosi akan cenderung menjadi tidak terhubung dan tersambung dengan orang-orang terdekat di sekitarnya.
Dampak negatifnya yang tidak main-main di masa depan, penting bagi setiap individu mengenali dampak buruk dari kebiasaan memendam emosi.
Dengan mengetahui dampak buruk dari kebiasaan memendam emosi, individu akan lebih memiliki usaha untuk melepas emosi negatif secara lebih terarah dan terkendali.
Dampak pertama dari kebiasaan memendam emosi negatif adalah dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Selain mengganggu dan merusak sistem kekebalan tubuh, kebiasaan memendam emosi juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan cemas.
Orang yang terus mengalami cemas berkepanjangan akan berdampak pada otak untuk memproduksi hormon stress secara berkala, dan mengganggu kinerja organ tubuh lainnya.
Dampak negatif ketiga dari kebiasaan buruk memendam emosi negatif adalah dapat menyebabkan depresi.
Baca Juga: Psikologi 3 Emosi yang Dimanfaatkan Orang Manipulatif, Jangan Sampai Kamu Jadi Korban
Individu yang mengalami depresi akan mengakibatkan timbulnya perasaan hampa berkepanjangan dan bahkan muncul keinginan untuk mengakhiri hidup.
Dampak buruk keempat dari kebiasaan buruk memendam emosi adalah dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit kronis.
Untuk mencegah agar emosi negatif tidak terus dipendam dan merusak diri sendiri, penting mengetahui cara meluapkan emosi secara lebih positif.
Baca Juga: Sering Menyimpan dan Memendam Emosi? Ini 3 Alasan Mengapa Kamu Harus Segera Berhenti
Cara pertama untuk dapat meregulasi emosi negatif adalah dengan mengenali setiap jenis emosi dan dampaknya terhadap diri sendiri.
Selain itu meregulasi emosi juga dapat dilakukan dengan cara mengekspresikannya melalui suatu media, seperti membuat jurnaling atau mengisi buku harian.
Cara ketiga untuk mencegah kebiasaan buruk memendam emosi adalah dengan berlatih menyampaikan perasaan apapun yang sedang dirasakan.
Cara keempat untuk terbebas dari kebiasaan buruk memendam emosi negatif adalah dengan berusaha bercerita baik kepada Ahli ataupun orang terdekat. ***