Gaya Hidup

Kupas Tuntas Teori Ketsueki-gata, Benarkah Golongan Darah Mempengaruhi Kepribadian?

Oleh: Katarina Erlita Selasa 11 Nov 2025, 18:50 WIB
Ilustrasi Golongan Darah. (Sumber: Pixabay/200degrees)

AYOJAKARTA.COM - Konsep kepribadian berdasarkan golongan darah atau ketsueki-gata telah lama menjadi topik populer di Jepang dan beberapa negara Asia lainnya.

Teori ini beranggapan bahwa golongan darah seseorang yakni A, B, O, atau AB dapat memengaruhi kepribadian dan kecenderungan perilakunya.

Meskipun dianggap pseudoscience atau ilmu semu karena tidak memiliki dasar ilmiah kuat, keyakinan ini tetap hidup dan bahkan mulai menarik perhatian di negara Barat.

Baca Juga: TOP 5 Laptop Super Ringan dengan Bobot di Bawah 1 Kg, Ada yang Harganya Rp5 Jutaan Loh!

Asal-usul teori ini bermula dari tahun 1930, ketika Profesor Tokeji Furukawa menerbitkan penelitian berjudul “A Study of Temperament and Blood-Groups”.

Ia menyebut bahwa hubungan antara golongan darah dan kepribadian dapat menjadi dasar untuk memahami temperamen manusia secara objektif. Namun, risetnya banyak dikritik karena tidak memiliki bukti empiris yang valid dan hanya mengandalkan kuesioner.

Meski begitu, popularitas ketsueki-gata kembali melonjak pada 1970-an hingga kini. Menurut para penganut teori ini, tiap golongan darah memiliki ciri khas tersendiri.

  • Tipe A dikenal sebagai pribadi teratur, sensitif, dan perfeksionis. Mereka cenderung bekerja rapi dan penuh empati, cocok untuk profesi yang memerlukan ketelitian seperti akuntan atau desainer.
  • Tipe B disebut kreatif dan bebas, namun kadang sulit diatur. Mereka cocok di bidang seni, musik, atau kewirausahaan.
  • Tipe O kerap diasosiasikan dengan karakter pemimpin alami—percaya diri, ambisius, dan berorientasi pada tujuan besar.
  • Tipe AB, yang paling langka, disebut sebagai sosok rasional sekaligus empatik. Mereka sering dianggap bijak dan mampu menengahi konflik.

Baca Juga: TOP 5 HP Murah Harga di Bawah Rp2 Juta yang Worth It Dibeli di Akhir Tahun 2025

Walau menarik, penelitian modern belum menemukan bukti ilmiah yang kuat bahwa golongan darah benar-benar menentukan kepribadian.

Beberapa studi menunjukkan hubungan sangat lemah, misalnya antara golongan darah dan sifat ketekunan (persistence), yang mungkin dipengaruhi oleh gen dopamin. Namun, temuan ini masih jauh dari konklusif.

Meski begitu, ketsueki-gata tetap menjadi bagian penting budaya populer Jepang. Banyak orang menggunakannya sebagai bahan perkenalan, menentukan kecocokan pasangan, bahkan pertimbangan di dunia kerja. Sama seperti astrologi, teori ini lebih bersifat reflektif dan hiburan, bukan sains pasti.

Pada akhirnya, entah Anda tipe A yang terorganisir atau O yang visioner, ketsueki-gata bisa menjadi cermin kecil untuk memahami diri. Asal tetap diingat bahwa kepribadian manusia jauh lebih kompleks dari sekadar golongan darah.***

Sumber: verywellmind.com, valleyvanguardonline.com

Baca Juga: Pramono Anung Buak Suara Soal Penggeledahan Kantor Sudin PPKUKM Jaktim, Pemprov DKI Janji Tak Halangi Proses Hukum

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita