AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini, istilah “otrovert” ramai diperbincangkan di media sosial dan forum psikologi populer.
Otrovert merupakan tipe kepribadian yang disebut-sebut sebagai kategori baru di luar introvert dan ekstrovert.
Tipe kepribadian ini menggambarkan seseorang yang menikmati kesendirian, tetapi tidak sepenuhnya menutup diri dari interaksi sosial.
Secara sederhana, otrovert ini sering digambarkan sebagai individu yang nyaman berada sendiri untuk mengisi ulang energi, berpikir, atau menenangkan diri.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Terbitkan Surat Larangan Kelapa Sawit, Bagaimana Nasib 7 Kabupaten Penghasil di Jabar?
Hal ini tentu berbeda dengan introvert yang cenderung pendiam dan menarik diri.
Sebab, otrovert tetap mampu bersosialisasi dengan baik saat diperlukan.
Beberapa pakar menyebut tipe kepribadian baru ini sebagai istilah populer atau non-formal yang muncul untuk menjelaskan spektrum kepribadian manusia yang semakin kompleks.
Dalam praktiknya, istilah ini ada di area tengah antara introvert dan ambivert.
Mereka bukan introvert penuh atau ekxtrover total, melainkan ada di tengah keduanya.
Baca Juga: Sinergi BRI dan Kriti by Lusy, Promosikan Tenun Modern Nusantara di Dunia Internasional
Selain itu, meski bukan kategori resmi dalam psikologi klinis, konsep ini sering kali digunakan untuk menjelaskan keseimbangan antara introvert dan extrovert.
Bukan antisosial, mereka hanya lebih sadar kapan harus menyendiri dan kapan untuk berbagi energi.
Lantas seperti apa ciri-ciri tipe kepribadian otrovert?
- Menikmati waktu sendiri tanpa merasa kesepian
- Memilih kualitas hubungan dibanding kuantitas
Baca Juga: Dalam Proses Perceraian, Ridwan Kamil–Atalia Praratya Masih Kerap Kirim Pesan WA, Ini yang Dibahas
- Tidak merasa canggung berada di keramaian meski tidak selalu ingin terlibat aktif.
- Bisa tampil komunikatif di lingkungan kerja atau pertemanan, tapi setelah itu membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi.
Tipe kerpibadian ini kerap disalahpahami sebagai pribadi yang dingin atau antisosial.
Anggapan itu tentunya salah, karena mereka hanya memiliki batasan yang jelas terhadap interaksi sosial.
Otrovert tahu kapan dirinya harus hadir dan kapan perlu menarik diri demi menjaga keseimbangan mental.***