Gaya Hidup

Representasi Kekayaan Budaya Nusantara, Sebanyak 18 Baker Kolaborasi Dekorasi Kue Sepanjang 18 Meter

Oleh: Birny Birdieni
Linda Emilda, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memberikan apresiasinya kepada Founder Sekarwangi Cake. (Dok Ist)

AYOJAKARTA.COM-- Sebanyak 18 baker dari Jakarta, Bogor, Kuningan, Lampung, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia berkolaborasi menyelesaikan dekorasi satu rangkaian kue sepanjang 18 meter.

Mengusung tema “Ragam Warna Indonesia: Bersatu dan Berkarya dalam Kreativitas,” setiap baker menghadirkan interpretasi berbeda terhadap budaya, warna, motif, tradisi, dan identitas daerah yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, mereka secara langsung di hadapan publik dalam sebuah karya yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.

Beragam gaya dekorasi tersebut kemudian disusun menjadi satu karya utuh sepanjang 18 meter yang merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman. Layaknya Indonesia yang terdiri dari ratusan suku, bahasa, dan tradisi, setiap bagian memiliki karakter yang berbeda, namun tetap menjadi satu kesatuan yang harmonis.

Proyek ini merupakan inisiatif pasangan suami isteri Chef Budi Ismayadi dan Ni Kadek Oktari Anggia Sekarwangi, pendiri Sekarwangi Cake, yang selama bertahun-tahun dikenal melalui karya-karya custom cake artistik untuk berbagai tokoh nasional, publik figur, pemimpin perusahaan, hingga berbagai acara berskala besar di Indonesia.

“Melalui karya ini kami ingin menunjukkan bahwa baker Indonesia memiliki kreativitas, teknik, dan kualitas yang tidak kalah dengan baker di berbagai negara lain. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan kami ingin menerjemahkan kekayaan tersebut ke dalam sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat," kata Sekar dikutip, Selasa 23 Juni 2026.

Karya ini dipersiapkan selama kurang lebih tiga minggu oleh tim inti yang terdiri dari lima baker sebelum akhirnya diwujudkan bersama oleh seluruh peserta di lokasi acara. "Jika budaya Indonesia bisa menjadi inspirasi bagi dunia, maka karya para baker Indonesia juga layak mendapatkan tempat yang sama,” ujar Sekar.

Proses dekorasi dilakukan secara langsung di hadapan pengunjung Festival Kuliner Nusantara, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan bagaimana sebuah karya kolaboratif berskala besar diwujudkan oleh para pelaku industri bakery Indonesia.

Untuk mewujudkannya, digunakan sekitar 2.000 butir telur atau 125 kilogram telur, 25 kilogram tepung, 56 kilogram buttercream, dan 10 kilogram fondant yang dipersiapkan secara bertahap sebelum hari pelaksanaan. Seluruh elemen tersebut kemudian menjadi kanvas bagi 18 baker untuk menerjemahkan ragam warna budaya Indonesia ke dalam sebuah karya yang dapat dinikmati publik.

Menurutnya, angka 18 tidak hanya menandai perjalanan Sekarwangi Cake yang memasuki usia ke-18 tahun, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang industri bakery Indonesia yang terus berkembang dan melahirkan semakin banyak talenta kreatif.

Yang membuat proyek ini semakin istimewa adalah semangat kolaborasi yang melatarbelakanginya. Delapan belas baker dengan gaya, teknik, dan latar belakang yang berbeda memilih untuk menyumbangkan kreativitas mereka dalam satu karya bersama yang dapat dinikmati publik.

Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah yang turut menghadiri perayaan HUT ke-18 ini sangat mengapresiasi Sekarwangi Cake yang menghadirkan ragam Nusantara. "Kreativitasnya luar biasa, ini bukan hanya bentuk kreativitas tapi menunjukan bahwa perbedaan prinsip, ide dan pemikiran dengan tujuan yang sama akan menciptakan sesuatu yang luar biasa dan unik," katanya.

Menurut dia, hadirnya 18 pembuat kue (Baker) dari berbagai daerah yang berkolaborasi menghias kue bukan hanya untuk menunjukan kreativitas, namun juga bahwa perbedaan itu sebuah kekuatan yang bisa menghasilkan sesuatu yang unik dan luar biasa.

Sementara itu, apresiasi juga disampaikan Linda Emilda, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang menilai kolaborasi ini sebagai wujud nyata berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif di subsektor kuliner.

“Kami berharap subsektor kuliner terutama UMKM di bidang bakery dan cake, dapat terus berkembang dan menjadi wadah kegiatan kolaboratif yang mampu mendorong kreatifitas, meningkatkan daya saing dan membuka peluang yang lebih luas bagi para pelaku usaha kreatif di Indonesia.” ujar Linda.

Menariknya, proyek kolaboratif ini juga melibatkan dua mahasiswa program Arts & Design UIC College yang mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan konsep visual dan dekorasi karya tersebut bersama para baker profesional.

Keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata industri kreatif menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik profesional. Selain mengembangkan kemampuan desain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman bekerja dalam tim multidisiplin, memahami proses produksi kreatif berskala besar, serta menerjemahkan tema budaya Indonesia ke dalam karya yang dapat dinikmati publik.

Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas akan terus berkembang ketika para praktisi dan talenta muda diberi ruang untuk berkarya bersama.

Setelah kegiatan berakhir, sebagian hasil karya kue akan dibagikan kepada para pengunjung The Breeze BSD City sebagai bagian dari semangat berbagi yang menjadi salah satu nilai dalam perayaan ini. Bagi Sekarwangi Cake, kebahagiaan tidak hanya tercipta saat sebuah karya selesai dibuat, tetapi juga ketika karya tersebut dapat dinikmati bersama oleh masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun perusahaan, dekorasi kue sepanjang 18 meter tersebut menjadi simbol bahwa kreativitas Indonesia terus bertumbuh, bahwa keberagaman dapat melahirkan karya luar biasa, dan bahwa talenta baker Indonesia mampu menghasilkan karya yang layak dibanggakan di tingkat internasional.

Reporter Birny Birdieni
Editor Birny Birdieni