AYOJAKARTA.COM – Dejavu merupakan fenomena aneh dalam diri yang tiba-tiba muncul saat berada di suatu tempat sehingga terasa familier dan terkesan seperti pengulangan.
Memiliki makna harfiah pernah dilihat, dejavu yang merupakan serapan kata dari bahasa Perancis oleh banyak orang sering dianggap sebagai peristiwa intelektual hingga spiritual.
Karena masih menjadi perdebatan, sejumlah ahli dari berbagai bidang keilmuan berhasil mendapati setidaknya 40 teori untuk menelaah fenomena dejavu.
Dari sebanyak puluhan teori yang bermunculan, sejumlah kalangan berpendapat bahwa dejavu memiliki keterkaitan erat dengan epilepsi.
Berdasarkan teori ini, dejavu terjadi akibat adanya kejang pada bagian lobus temporal pada otak manusia sebagaimana orang mengalami epilepsi.
Baca Juga: AMSI Jawa Barat Gelar Training Cek Fakta Lawan Gangguan Informasi Jelang Pilkada 2024
Akibat kondisi kejang tersebut, individu akan mengalami kekurangan konsentrasi secara penuh sehingga menimbulkan dejavu.
Sementara menurut teori familiarity based recognition menyebut dejavu terjadi karena otak mengalami kekurangan informasi atas suatu kejadian, sehingga menjadi samar.
Berdasarkan penelitian, dejavu lebih sering dialami oleh individu yang menyukai bepergian, nonton film, serta mengalami mimpi.
Fragmen-fragmen peristiwa yang tersimpan di alam bawah sadar akan merespon saat mengalami rangsangan di kehidupan nyata sehingga timbul dejavu.
Meski terus menjadi suatu perdebatan oleh berbagai kalangan, dejavu memiliki sejumlah fakta unik yang jarang diketahui.
Sebagai referensi pengetahuan dan kunci-kunci pembuka celah untuk mengenal diri sendiri, berikut adalah fakta tentang dejavu.
Baca Juga: Fakta-fakta Tentang Pohon Tabebuya yang Mirip dengan Sakura...
Karena sains modern belum sampai pada fase konklusi atau kesimpulan tunggal, dejavu adalah fenomena yang berada diluar jangkauan nalar manusia atau supranatural.
Melalui fenomena dejavu, seseorang yang mengalaminya akan merasakan dan mengalami sensasi sangat pribadi tentang sebuah kejadian baik di masa lalu atau masa depan.
Meski tidak identik seratus persen, fakta selanjutnya tentang dejavu adalah bisa terjadi berulang-ulang kali untuk sebuah peristiwa yang serupa atau sama.
Fakta menarik ketiga tentang dejavu adalah akan cenderung lebih banyak dialami atau dirasakan oleh individu yang sering bepergian ke daerah baru.
Adapun fakta keempat tentang dejavu adalah dipercaya dapat mempengaruhi ketajaman batin atau kemampuan kecerdasan firasat bagi individu yang sering mengalaminya.
Saat individu merasakan atau mengalami dejavu, wadah penampung jiwa dipercaya dalam keadaan terbuka atau mengalami kebocoran sehingga menjadi lebih peka dan intuitif.
Fakta kelima tentang dejavu dan sukar disangkal karena menyangkut aspek linguistik adalah memiliki fenomena berlawanan atau tidak pernah melihat yang disebut jamais vu.***