AYOJAKARTA.COM -- Berdusta atau bohong merupakan bentuk penyangkalan terhadap suara hati nurani atas sebuah keadaan atau situasi.
Bohong juga merupakan salah satu tindakan tidak terpuji yang bisa berdampak sangat buruk bagi pikiran dan kejiwaan pelaku, serta orang-orang di sekitarnya.
Kebiasaan bersikap tidak jujur pada diri sendiri atau bohong kepada orang lain untuk mendapat keuntungan, juga sangat berdampak pada harga diri dan nilai individual.
Baca Juga: Tanda Orang Gak Tertarik denganmu, Mulai dari Suka Bohong Sampai Lama Balas Besan
Dalam berbagai spektrum peradaban yang menjunjung nilai kemanusiaan dan kedamaian, kejujuran selalu menempati urutan pertama dan harus dilakukan.
Pengingkaran terhadap nilai-nilai kejujuran bukan saja merusak tatanan peradaban, tetapi juga berimbas langsung kepada kualitas kepribadian.
Pasalnya, dapat berpengaruh pada nilai diri seseorang, penting bagi setiap individu mengenali tanda-tanda tubuh saat orang bersikap tidak jujur.
Baca Juga: Tes Psikologi: Apakah Kamu Si Tukang Bohong yang Jago? Tes Ini Menjelaskannya!
Dengan mengetahui bahasa tubuh seseorang saat berdusta, maka kemungkinan akan menjadi korban kebohongan akan terhindarkan.
Bahasa tubuh di daftar pertama yang menandakan seseorang sedang berbohong adalah menjilat dan menggigit bibir.
Saat seseorang berbohong, sistem saraf manusia akan secara otomatis memberi respon alami berupa kekurangan air liur sehingga perlu dibasahi.
Bagi beberapa individu, kebohongan juga seringkali ditandai dengan munculnya aroma tidak sedap yang muncul dari bagian mulut.
Hal tersebut disebabkan karena kondisi bagian tubuh yang seringkali mengalami kekeringan secara tiba-tiba, membuat kelembaban mulut berkurang secara drastis.
Tanda seseorang sedang melakukan kebohongan berikutnya yang sering diperlihatkan melalui bahasa tubuh adalah perubahan pada bagian kepala.
Seseorang yang sedang berbohong, umumnya akan melakukan berbagai macam gerakan tidak perlu atau cenderung berbeda dengan kebiasaan.
Selain itu, seseorang yang sedang berbuat bohong juga tidak jarang melakukan gerakan tubuh tidak terkendali.
Gerakan tubuh tidak terkendali, perubahan gestur bahu, serta minimnya intensitas tatapan mata juga dapat menjadi indikasi seseorang saat berbohong.
Bahasa tubuh selanjutnya yang biasa diperlihatkan seseorang saat berbohong adalah menunjukkan sikap defensif atau bertahan karena merasa terancam.
Dalam sejumlah hal, seorang pembohong juga seringkali bertindak lebih galak atau menunjukkan sikap marah untuk bisa menutupi kesalahannya.
Gelagat lain yang seringkali diperlihatkan seorang pembohong saat mulai merasa terancam secara tidak sadar adalah menarik mencoba menutupi bagian tubuh tertentu.
Di samping menutupi area tubuh tertentu, seorang pembohong juga seringkali berusaha mencari pegangan sebagai bentuk perlindungan diri.
Karena cenderung bertentangan dengan fitrah dasar jiwa manusia, kebohongan akan cenderung mendatangkan rasa ketidaknyamanan.***