AYOJAKARTA.COM - Menjadi seorang pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) bukanlah tugas yang mudah.
Tanggung jawab untuk memandu jalannya acara dengan lancar dan profesional memerlukan keterampilan komunikasi yang baik serta pemahaman tentang etika bahasa.
Namun, seringkali kita mendengar MC melakukan kesalahan yang sebetulnya bisa dihindari.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Rhoman Nugraha, Minggu (11/8/2024), berikut lima kesalahan umum yang sering dilakukan oleh MC, serta tips untuk menghindarinya.
1. Penggunaan kata "Yang Terhormat"
Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh MC adalah penggunaan frasa "yang terhormat" secara berlebihan atau tidak tepat.
Kata ini seharusnya hanya digunakan untuk menyapa seseorang dengan kedudukan paling tinggi dalam acara, seperti direktur, bupati, atau pejabat tinggi lainnya.
Contoh penggunaan yang benar adalah: "Yang Terhormat Bapak Bupati, yang saya hormati Bapak Kapolres." Hindari menggunakan kata ini secara berlebihan, karena dapat mengurangi makna penghormatan itu sendiri.
2. Pemilihan kata "menginjak"
Ketika akan melanjutkan ke bagian acara berikutnya, banyak MC yang menggunakan kata "menginjak" seperti, "Selanjutnya, kita akan menginjak acara...".
Kata ini sebenarnya kurang tepat dalam konteks formal. Sebaiknya gunakan kata yang lebih netral dan elegan, seperti "berlanjut ke acara selanjutnya" atau "memasuki sesi berikutnya."
Pemilihan kata yang lebih tepat akan membuat Anda terdengar lebih profesional.
3. Frasa "waktu dan tempat dipersilahkan"
Frasa ini sering diucapkan oleh MC ketika memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berbicara, misalnya: "Waktu dan tempat kami persilahkan."
Namun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), frasa ini tidak sesuai. Sebaiknya, gunakan alternatif seperti "Kami persilahkan Bapak/Ibu untuk menyampaikan sambutan" atau "Bapak/Ibu, waktu dan kesempatan kami berikan kepada Anda."
Penggunaan bahasa yang benar akan menunjukkan bahwa kamu adalah MC yang berwawasan.
4. Penggunaan frasa "mempersingkat waktu"
Dalam upaya untuk mempercepat jalannya acara, MC sering mengatakan, "Untuk mempersingkat waktu, kita akan langsung ke acara selanjutnya."
Frasa ini terdengar kurang sopan dan bisa diartikan seolah-olah acara yang sedang berlangsung tidak penting.
Alternatif yang lebih baik adalah, "Untuk menjaga kelancaran acara, mari kita lanjutkan ke sesi berikutnya" atau "Agar acara berjalan lancar, kita akan melanjutkan ke acara selanjutnya."
5. Menghindari kata-kata yang tidak perlu
Sering kali, MC cenderung menggunakan kata-kata tambahan yang sebenarnya tidak perlu dan bisa dihilangkan tanpa mengubah esensi dari pesan yang ingin disampaikan.
Misalnya, mengucapkan, "Silahkan waktu dan tempat kami persilahkan," padahal cukup dengan "Kami persilahkan." Memahami kapan harus berbicara dan kapan harus diam adalah kunci dari seorang MC yang baik.
Menghindari kesalahan-kesalahan ini tidak hanya akan membuat Anda menjadi MC yang lebih baik, tetapi juga akan meningkatkan kualitas acara yang kamu pandu.
Dengan memahami penggunaan bahasa yang tepat, kamu akan lebih percaya diri dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai MC.
Jadi, perhatikan setiap detail kecil, karena hal-hal inilah yang akan membuat kamu menonjol dan dihargai dalam peran tersebut.
Sebagai MC, teruslah belajar dan perbaiki diri. Setiap kesempatan adalah peluang untuk tampil lebih baik.***