AYOJAKARTA.COM – Kepribadian merupakan salah satu hal unik yang dimiliki oleh setiap individu dan menjadi pertimbangan penting dalam berinteraksi.
Terbentuk dari berbagai macam pengalaman serta peristiwa, masing-masing orang memiliki cara tersendiri yang memengaruhi kualitas kepribadian.
Akibat adanya perbedaan respons atau tanggapan individu dalam menghadapi persoalan, tidak jarang kepribadian mengalami gangguan.
Dampak dari gangguan kepribadian tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup serta hubungan baik, baik yang bersifat interpersonal maupun sosial.
Selain mengalami kekosongan dan cenderung terputus dari sekitarnya, individu dengan gangguan kepribadian adalah manusia yang pantas menerima pertolongan.
Agar tidak mudah terperangkap dalam perilaku yang mudah menghakimi, berikut adalah 10 jenis gangguan kepribadian pada manusia, dikutip dari kanal YouTube BUKA WAWASAN.
Jenis Gangguan Kepribadian pada Manusia
Jenis gangguan kepribadian pertama adalah paranoid, yaitu kondisi seseorang yang cenderung curiga dan tidak percaya kepada siapa pun.
Berikutnya adalah skizoid, yaitu gangguan kepribadian yang ditandai oleh keinginan untuk selalu menyendiri, sulit berinteraksi sosial dan seksual, serta tidak memiliki respons emosional.
Jenis gangguan kepribadian selanjutnya adalah skizotipal, yaitu kondisi diri yang menganggap orang lain sangat berbahaya.
Selanjutnya adalah antisosial, yaitu gangguan kepribadian yang ditandai dengan mengabaikan peraturan dan kewajiban sosial.
Individu dengan gangguan kepribadian jenis ini cenderung mudah tersinggung, agresif, bertindak impulsif, serta tidak bisa merasa bersalah.
Jenis gangguan kelima adalah ambang atau sering disebut borderline, yaitu kondisi seseorang yang emosinya tidak stabil, mudah marah, dan merasa diri hampa.
Selain senang menyendiri, individu dengan gangguan kepribadian jenis ini juga senang menyakiti diri sendiri serta berisiko tinggi untuk bunuh diri.
Gangguan kepribadian keenam adalah histrionik, yaitu kondisi seseorang yang tidak memiliki rasa harga diri dan sibuk mencari perhatian dengan mendramatisasi keadaan.
Jenis gangguan kepribadian ketujuh adalah narsistik atau sering disebut NPD, yang ditandai dengan ego super tinggi.
Menganggap diri sangat istimewa dan luar biasa, orang dengan NPD dikenal tidak memiliki empati dan senang mengeksploitasi korban demi mencapai tujuan.
Untuk mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain, seorang NPD bukan saja berani berbohong dan berselingkuh, tetapi juga mencuri.
Gangguan kepribadian selanjutnya adalah dependen, yang ditandai dengan kepercayaan diri rendah dan memberikan orang lain kendali atas hidupnya.
Berikutnya adalah avoidant atau menghindar, yang ditandai dengan anggapan diri inferior dan tidak berguna sehingga takut dipermalukan dan ditolak.
Jenis gangguan kepribadian selanjutnya adalah anankastik atau obsesif-kompulsif, yang ditandai dengan perhatian berlebihan pada rincian atau perfeksionisme ekstrem.***