AYOJAKARTA.COM -- Untuk dapat disebut sebagai individu yang tumbuh dan berkembang, selain faktor fisik atau biologis juga mencakup dimensi jiwa.
Usia jiwa yang tidak diimbangi dengan usia fisik, selain dapat menyebabkan ketidakstabilan emosional juga berdampak pada perspektif individual.
Kondisi jiwa yang belum mengalami pertumbuhan atau terperangkap dalam dimensi raga, akan membawa dampak buruk dalam kehidupan sosial.
Karena adanya ketidak-seimbangan tersebut, tidak jarang individu yang sudah berusia lanjut atau tua renta masih berperilaku dan berpikir sebagaimana anak remaja.
Untuk memahami adanya keseimbangan antara dimensi raga dan jiwa, penting bagi setiap individu untuk mengenali tanda pertumbuhan jiwa.
Tanda pertama dari adanya pertumbuhan jiwa pada individu adalah tidak adanya sikap ofensif atau menyerang orang lain untuk merasa aman.
Menyerang orang lain untuk merasa aman atau lebih baik menandakan masih belum adanya keseimbangan emosional, intelektual dan spiritual pada diri seseorang.
Baca Juga: Di Balik Sikap Cueknya, Inilah 10 Tanda Psikologi Wanita yang Diam-Diam Suka Kamu
Tanda kedua individu yang mengalami pertumbuhan jiwa adalah berhenti bertengkar atau berdebat demi menjadi benar.
Individu yang terus mengalami pertumbuhan jiwa, akan cenderung menghindari spektrum yang miskin nilai seperti Salah-Benar atau Menang-Kalah.
Ketiga, individu yang mengalami pertumbuhan jiwa juga ditandai dengan perilaku berhenti memberi pendapat tentang banyak hal.
Karena sangat tergantung pada rentang pengalaman dan kedalaman pemikiran seseorang, setiap pendapat atau perspektif bagi jiwa yang bertumbuh merupakan khasanah.
Tanda keempat individu yang mengalami pertumbuhan jiwa adalah berhenti mencari dan meminta validasi atau pengakuan dari siapapun.
Hidup dengan kepercayaan diri dan tidak anti kritik, membuat individu yang jiwanya tumbuh mampu memproduksi keputusans secara tepat.
Tanda kelima individu yang jiwanya mengalami pertumbuhan adalah keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain atau membuat orang terkesan.
Baca Juga: 9 Tanda Individu Bermental Lemah, Sering Jadi Sumber Masalah dan Pemecah Belah Hubungan Persaudaraan
Upaya untuk selalu menyenangkan orang lain, seringkali membuat batasan pribadi menjadi terbengkalai sehingga tidak lagi menjadi prioritas.
Tanda keenam individu yang mengalami pertumbuhan jiwa adalah tidak menyalahkan orang lain.
Jiwa yang tumbuh sangat menyadari bahwa kondisi saat ini merupakan hasil dari rangkaian keputusan di masa lalu yang kurang dipahami, sehingga lebih dijadikan sarana kontemplasi.
Baca Juga: Dia Beneran Cinta atau Sekadar Obsesi, Sih? Yuks, Kenali Tanda-tandanya!
Tanda selanjutnya dari jiwa yang bertumbuh adalah tidak membiarkan hati, perasaan dan pikiran dipenuhi dengan informasi negatif.
Negativitas, seberapapun muatannya merupakan sampah batiniah yang dapat menjadi jarak perenggang antara kesadaran dan ego sehingga dihindari.
Jiwa yang tumbuh adalah kondisi seseorang yang sudah mengenal dan menyadari berbagai potensi dalam diri dan mengoptimalkannya untuk menyebarkan rasa cinta.***