AYOJAKARTA.COM - Mudah menangis tidak selalu berkaitan dengan orang yang cengeng dan lemah.
Meskipun seringkali dipandang sebagai kelemahan, menangis merupakan respon emosional yang alami.
Semua orang pasti pernah menangis mulai dari karena kesedihan yang mendalam hingga tidak bisa menahan beban di pikirannya.
Ketika tidak bisa menahan rasa sedih atau kesal, banyak dari kita yang menangis agar bisa meredakan emosi.
Dalam artikel ini akan dibahas mengenai beberapa fakta psikologi tentang orang yang menangis.
Dikutip dari akun Instagram @ppsdmconsultant pada Selasa (6/8/2024) berikut adalah fakta psikologi tentang menangis.
1. Wanita Lebih Sering Menangis
Wanita lebih sering menangis dibandingkan pria. Terlebih jika ia merasa hatinya sudah tersentuh karena iba dengan orang lain atau disakiti oleh orang lain.
Menurut penelitian, wanita bisa menangis sebanyak 47 kali dalam setahun. Sementara pria tidak sampai setengahnya.
2. Saluran Air Mata Wanita Lebih Besar
Tahukah kamu bahwa saluran air mata wanita lebih besar? Menariknya, terdapat hormone prolactin yang lebih tinggi daripada pria.
Inilah yang menyebabkan wanita lebih mudah menangis. Pria dan wanita bisa menangis bersama-sama ketika berduka ditinggal orang yang dicintai.
3. Kebanyakan Orang Menangis di Malam Hari
Orang lebih banyak menangis di malam hari. Saat malam, emosi seseorang dalam keadaan labil sehingga ketika hatinya sedikit tersentuh saja ia akan menangis.
Terlebih jika ia berada di tempat yang sepi dan sunyi, ini akan memperbesar kemungkinannya untuk menangis.
4. Menangis Butuh 5-6 Menit
Ketika seseorang menangis, biasanya mereka membutuhkan waktu sekitar 5-6 menit saja. 43 persen wanita dan 24 persen pria mengatakan bahwa mereka hanya menangis kurang dari 5 menit.
Sementara yang lain mengatakan bahwa menangis lebih dari 5-6 menit membuat mereka merasa bebannya hilang dan lebih lega.
5. Menangis Adalah Ungkapan Jujur
Menangis termasuk kategori ungkapan paling jujur. Ini adalah sifat alamiah yang dibawa manusia ketika merasakan kehilangan akan sesuatu.
Ada orang yang juga bisa meluapkan marah dengan cara menangis. Ini karena menangis termasuk bentuk penerimaan terhadap apa yang harus dihadapi.
6. Menangis Adalah Cara Mengatasi Depresi
Menangis termasuk salah satu cara untuk mengatasi depresi. Menangis membuat mood berubah yang tadinya buruk menjadi baik.
Penelitian menunjukkan bahwa air mata ketika menangis mengandung protein albumin sekitar 24 persen. Zat tersebut berkhasiat untuk memperbaiki sistem metabolisme daripada menangis karena iritasi.
7. Beban Terasa Ringan Setelah Menangis
Menangis akan membuat beban yang kita rasakan terasa ringan. Meskipun masalah yang dihadapi berat, tetapi kita akan merasa lega setelah menangis.
PErasaan lega akan membuat aktivitas anggota tubuh khususnya otak dan jantung menjadi lancar.
8. Air Mata Menghasilkan Hormon Stress
Air mata yang dikeluarkan saat menangis mengandung hormone stress yang diproduksi oleh tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin serta prolactin.
Keluarnya hormon tersebut merupakan cara untuk mengatasi stress dan depresi serta penyakit yang dibawa oleh stres.
9. Menangis Meredakan Agresivitas
Meluapkan emosi dengan menangis bisa meredakan agresivitas dalam diri. Menangis menandakan kita sedang dalam keadaan yang menyerah.
Itulah informasi mengenai fakta psikologi tentang menangis. Semoga bermanfaat.***