Gaya Hidup

Sering Jadi Penyebab Hubungan Hancur dan Menghilang, Kenali Kepribadian Seseorang dari Caranya Mengatur Uang

Oleh: Karseno AJ Rabu 31 Jul 2024, 14:16 WIB
Selain menjadi alat transaksi yang memiliki nilai ekonomi, dalam dimensi yang lebih mendalam uang juga merupakan energi.

AYOJAKARTA.COM – Selain menjadi alat transaksi yang memiliki nilai ekonomi, dalam dimensi yang lebih mendalam uang juga merupakan energi.

Di dalam kendali tangan seseorang, nasib dan penggunaan uang akan ikut menyesuaikan tergantung dengan energi yang dimiliki.    

Uang akan menjadi jembatan untuk lebih mendekat ke Tuhan jika berada di tangan yang memiliki iman, atau menjadi energi paling destruktif bagi individu manipulatif.  

Karena anggapan tersebut, sejumlah kalangan menilai cara seseorang mengelola atau mengatur keuangan dapat menjadi cerminan kepribadian.

Dengan mengetahui cara mengatur keuangan, maka gambaran umum tentang kepribadian seseorang akan menjadi lebih jernih.

Sebagai referensi pengetahuan, berikut adalah cara mengenali kepribadian seseorang dalam mengatur keuangan, dikutip dari kanal YouTube Data Psikolog pada Rabu, 31 Juli 2024.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Salah Satu Gambar yang Paling Dominan dan Temukan Pekerjaan yang Paling Cocok Untukmu

Kepribadian Seseorang dari Caranya Mengatur Uang

Tipe kepribadian pertama adalah the compulsive saver, adalah individu yang berusaha untuk selalu menyisihkan pendapatan tanpa adanya tujuan.

Meski dikenal sebagai pribadi yang sangat hemat dan sering dianggap kurang bisa menikmati hidup, tipe kepribadian jenis ini justru paling sering memberi pertolongan.

Berikutnya adalah the compulsive spender, adalah individu yang oleh banyak masyarakat sering dijuluki sebagai pemegang prinsip biar tekor asal kesohor.

Kebiasaan mudah lapar mata dan cenderung emosional saat memutuskan belanja, sering membuat tipe kepribadian ini banyak dipenuhi tagihan.  

Jenis selanjutnya adalah the compulsive money maker atau pencari uang yang senang mendapat pengakuan atas keberhasilan.

Kecenderungan untuk terus menghasilkan uang lebih banyak untuk bisa menikmati pengakuan lebih banyak, sering membuat tipe jenis ini kehilangan momen terpenting.

Akibat lebih ingin mencari pengakuan, perbuatan baik yang didasari pada ketulusan menjadi sukar dilakukan oleh individu semacam ini.

Tipe selanjutnya adalah the indifferent money, merupakan tipe individu yang tidak selalu menggantungkan kebahagiaan kepada uang.

Walaupun lebih mudah untuk mendapatkan kebahagiaan, individu jenis ini seringkali dianggap mengabaikan pentingnya keuangan sehingga bisa menyulitkan di masa depan.

Tipe kepribadian dari mengatur keuangan selanjutnya adalah saver splurger atau individu yang gemar menabung tetapi juga boros.

Seringkali mendapati kondisi yang impas atau netral, membuat individu semacam ini cenderung mengalami kesulitan di masa depan.

Tipe keenam untuk melihat kepribadian seseorang dari cara mengelola keuangan adalah the gambler atau penjudi.

Keinginan untuk selalu mendapat untung, seringkali membuat pribadi jenis ini justru terjebak pada situasi yang buntung.

Tipe ketujuh adalah the worrier, yakni individu yang seringkali kehilangan rasa bahagia karena terlalu banyak meragukan diri sendiri.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana