Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Kenali Tanda-tanda Penyakit Mental pada Anak dan Tawarkan Dukungan

Oleh: Muhammad Imansyah Rabu 31 Jul 2024, 08:33 WIB
Ilustrasi tanda penyakit mental pada anak

AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari situs Mayo Clinic, anak-anak dapat mengalami kondisi kesehatan mental yang sama seperti orang dewasa, tetapi gejalanya mungkin berbeda.

Memahami apa yang harus diperhatikan dan bagaimana membantu sangat penting bagi para orang tua.

Memahami Penyakit Mental pada Anak

Kesehatan mental mencakup cara kita berpikir, mengelola perasaan, dan berperilaku.

Penyakit mental, atau gangguan kesehatan mental, melibatkan pola atau perubahan dalam berpikir, merasakan, atau berperilaku yang menyebabkan tekanan atau mengganggu fungsi.

Pada anak-anak, kondisi kesehatan mental sering kali bermanifestasi sebagai keterlambatan atau perubahan dalam berpikir, perilaku, keterampilan sosial, atau pengaturan emosi.

Baca Juga: Disiksa hingga Minum Air Kencing, Tangis Aldi Renaldi Pecah di Sidang PK Saka Tatal Saat Cerita Penganiayaan oleh Polisi di Kasus Vina Cirebon

Masalah ini dapat menyebabkan tekanan yang signifikan dan mengganggu kemampuan anak untuk berfungsi di rumah, di sekolah, atau di lingkungan sosial.

Tantangan dalam Mengidentifikasi Masalah Kesehatan Mental pada Anak

Mendeteksi kondisi kesehatan mental pada anak-anak bisa jadi sulit karena perubahan alami yang terkait dengan pertumbuhan.

Gejalanya dapat bervariasi tergantung pada usia anak, dan anak kecil mungkin kesulitan untuk mengartikulasikan perasaan mereka atau menjelaskan perilaku mereka.

Orang tua mungkin juga ragu untuk mencari bantuan karena kekhawatiran tentang stigma, pengobatan, biaya perawatan, atau akses ke perawatan.

Gangguan Kesehatan Mental Umum pada Anak

Baca Juga: 8 Ide Bisnis Modal Seuprit dengan Potensi Keuntungan Selangit, Ayo Jalankan Sekarang!

Beberapa gangguan kesehatan mental dapat memengaruhi anak-anak, termasuk:

- Gangguan Kecemasan: Ini termasuk kecemasan sosial, kecemasan umum, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Anak-anak mungkin mengalami ketakutan atau kekhawatiran berlebihan yang mengganggu kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas.

- Gangguan Kurang Perhatian/Hiperaktivitas (ADHD): Anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan memperhatikan, bertindak impulsif, dan menjadi terlalu aktif (hiperaktivitas).

- Gangguan Spektrum Autisme (ASD): ASD adalah kondisi neurologis yang muncul sejak awal masa kanak-kanak, sering kali sebelum usia tiga tahun, dan bervariasi dalam tingkat keparahannya. Ini mempengaruhi komunikasi dan interaksi dengan orang lain.

- Gangguan Makan: Gangguan seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan melibatkan fokus yang tidak sehat pada citra tubuh, berat badan, dan kebiasaan makan, yang menyebabkan masalah emosional, sosial, dan fisik yang serius.

Baca Juga: POSITIF CAIR! Bansos PKH Juli-Agustus 2024 Terpantau Cair Duluan di KKS Bank Ini Rp 400 ribu Mulai Rabu 31 Juli

- Depresi dan Gangguan Suasana Hati: Depresi melibatkan kesedihan yang terus-menerus, mudah tersinggung, dan kehilangan minat dalam beraktivitas. Gangguan bipolar melibatkan perubahan suasana hati antara depresi dan emosi atau perilaku yang meluap-luap.

- Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD): PTSD terjadi akibat mengalami atau menyaksikan trauma dan melibatkan tekanan emosional jangka panjang, kekhawatiran, mimpi buruk, dan tindakan yang tidak diinginkan.

- Skizofrenia: Gangguan parah ini mempengaruhi pikiran dan persepsi, yang menyebabkan psikosis, halusinasi, dan pemikiran serta perilaku yang tidak teratur.

Tanda-tanda Peringatan Penyakit Mental pada Anak

Tanda-tanda bahwa seorang anak mungkin memiliki gangguan kesehatan mental meliputi:

- Kesedihan terus-menerus yang berlangsung selama dua minggu atau lebih

- Menarik diri dari interaksi sosial

- Menyakiti diri sendiri atau membicarakan tentang menyakiti diri sendiri

Baca Juga: KPM Sumringah! Cek KKS Hari Ini! Langsung 2 Bank yang Mencairkan Duluan Bansos PKH Juli-Agustus, Apa Saja?

- Diskusi tentang kematian atau bunuh diri

- Perubahan suasana hati yang sering atau ledakan amarah

- Perilaku yang berbahaya atau tidak terkendali

- Perubahan signifikan dalam suasana hati, perilaku, atau kepribadian

- Perubahan kebiasaan makan atau penurunan berat badan

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Memahami 4 Tahapan Pembelajaran, Kamu Ada di Mana?

- Gangguan tidur

- Sering sakit kepala atau sakit perut

- Kesulitan berkonsentrasi

- Penurunan prestasi akademik

- Menghindari sekolah

Apa yang Harus Dilakukan jika Mencurigai Anak Memiliki Kondisi Kesehatan Mental

Jika kamu khawatir tentang kesehatan mental anak mu, konsultasikan dengan profesional kesehatan mereka.

Jelaskan perilaku yang membuatmu khawatir dan kumpulkan masukan dari guru, kerabat, dan pengasuh lainnya. Bagikan informasi ini dengan penyedia layanan kesehatan.

Baca Juga: Pendaftaran Dibuka Agustus! Intip Jadwal Terbaru Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2024, Cek Dokumen yang Harus Disiapkan

Mendiagnosis Penyakit Mental pada Anak

Mendiagnosis kondisi kesehatan mental pada anak melibatkan evaluasi gejala dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

Profesional perawatan kesehatan dapat merekomendasikan untuk menemui spesialis, seperti psikiater, psikolog, pekerja sosial klinis, atau praktisi perawat psikiatri. Diagnosis dapat mencakup:

- Pemeriksaan medis lengkap

- Tinjauan riwayat medis

- Riwayat trauma fisik atau emosional

- Riwayat kesehatan keluarga

Baca Juga: Kaum Hawa Merapat! Cek 8 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Perempuan, Jenjang Karier Oke Banget

- Tinjauan gejala dengan orang tua

- Garis waktu perkembangan anak

- Riwayat sekolah

- Percakapan dengan orang tua dan anak

- Pengamatan perilaku

- Tes dan kuesioner kesehatan mental

Profesional dapat menggunakan panduan diagnostik seperti Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) atau Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD).

Perawatan untuk Penyakit Mental pada Anak

Perawatan umum meliputi:

- Psikoterapi: Juga dikenal sebagai terapi bicara atau terapi perilaku, ini melibatkan kerja sama dengan profesional kesehatan mental untuk membahas dan mengelola pikiran dan perasaan. Untuk anak kecil, ini dapat mencakup terapi bermain.

- Obat-obatan: Profesional perawatan kesehatan mungkin meresepkan stimulan, antidepresan, obat antikecemasan, antipsikotik, atau penstabil suasana hati, sambil mendiskusikan potensi manfaat dan risikonya.

Baca Juga: Cocok untuk Pensiunan, 5 Ide Usaha untuk Pensiunan Kerja: Tetap Produktif dan Menguntungkan di Hari Tua

Dukungan untuk Anak

Orang tua memainkan peran penting dalam rencana perawatan anak mu. Untuk mendukung anak orang tua harus:

- Cari tahu tentang kondisi mereka

- Pertimbangkan konseling keluarga

- Minta saran dari profesional kesehatan mental tentang cara mengelola perilaku

- Mendaftar dalam program pelatihan orang tua

- Kembangkan strategi pengelolaan stres

- Temukan kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak

- Puji kekuatan dan kemampuan anak

Baca Juga: Gak Pernah Sepi Pembeli, 10 Ide Bisnis Jajanan Anak Sekolah Modal Ratusan Ribu yang Praktis dan Simpel

- Bekerja sama dengan sekolah anak untuk memberikan dukungan yang diperlukan

Mengenali dan menangani penyakit mental pada anak dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan masa depan yang lebih sehat dan bahagia bagi anak.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman