AYOJAKARTA.COM - Mempelajari ilmu atau keterampilan baru memerlukan waktu, kesabaran, dan pemahaman yang jelas tentang prosesnya.
Dikutip dari situs indeed.com, psikolog pendidikan telah mengidentifikasi empat tahap berbeda yang dilalui individu saat memperoleh ilmu dan keterampilan baru.
Mengenali tahap-tahap ini dapat membantu memetakan perjalanan pembelajaran dengan lebih efektif.
Selain itu, tahap kelima, yang dikenal sebagai tahap pendidik, telah diperkenalkan untuk menggambarkan kemampuan mengajar dan berempati dengan peserta didik.
4 Tahap Pembelajaran
1. Unconscious Incompetence
Pada tahap awal ini, pembelajar tidak menyadari kurangnya pengetahuan dan keterampilan mereka.
Mereka tidak tahu apa yang tidak mereka ketahui. Misalnya, seseorang yang baru mengenal industri tertentu mungkin tidak memahami keterampilan penting yang dibutuhkan untuk berhasil.
Tahap ini dapat dicirikan oleh kurangnya kesadaran mengenai ketidakefisienan metode mereka saat ini.
Untuk melewati tahap ini, penting untuk memiliki tujuan atau niat yang memotivasi. Minat dalam belajar dan mengenali manfaat dari memperoleh keterampilan baru memainkan peran penting dalam kemajuan dari ketidakmampuan bawah sadar ke tahap berikutnya.
2. Conscious Incompetence
Pada tahap ini, pembelajar menjadi sadar akan kesenjangan keterampilan mereka. Mereka mengenali apa yang perlu mereka pelajari dan sering kali merasakan dorongan untuk menjembatani kesenjangan ini.
Baca Juga: Kaum Hawa Merapat! Cek 8 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Perempuan, Jenjang Karier Oke Banget
Kesadaran ini dapat mengintimidasi, karena mereka melihat orang lain melakukan tugas dengan lebih efisien.
Misalnya, seorang karyawan baru mungkin merasa kewalahan saat melihat rekan kerja yang sudah berpengalaman.
Komitmen dan dedikasi sangat penting selama tahap ini. Pembelajar mungkin merasa putus asa, tetapi mendaftar di kursus, mencari bimbingan, dan tetap fokus pada tujuan mereka dapat membantu mereka maju.
3. Conscious Competence
Pembelajar pada tahap ini telah memperoleh pemahaman dasar tentang keterampilan tersebut. Mereka dapat melakukan tugas tetapi membutuhkan konsentrasi dan usaha.
Pembelajar ini sering menggunakan daftar periksa, panduan, dan alat lain untuk memastikan mereka menyelesaikan tugas dengan benar.
Kesalahan yang dibuat selama tahap ini merupakan kesempatan belajar yang berharga yang meningkatkan keahlian mereka.
Misalnya, seorang karyawan mungkin melakukan tugas di bawah pengawasan manajer, menggunakan instruksi terperinci.
Meskipun mereka mungkin bekerja lebih lambat daripada profesional yang berpengalaman, mereka memahami persyaratan dan terus meningkat.
4. Unconscious Competence
Tahap ini mewakili penguasaan. Pembelajar dapat melakukan tugas dengan mudah dan efisien, sering kali tanpa pikiran sadar.
Mereka dapat mengerjakan banyak tugas dan percaya diri dengan kemampuan mereka. Pada tahap ini, individu sering ditugaskan untuk melatih orang lain karena kemahiran mereka.
Seorang karyawan pada level ini menyelesaikan tugas dengan cepat dan dengan kesalahan minimal. Pemahaman mendalam dan kepercayaan diri mereka terhadap keterampilan mereka menjadikan mereka aset berharga bagi atasan mereka, yang sering kali berujung pada promosi.
Tahap Kelima: Tahap Pendidik
Baru-baru ini, psikolog pendidikan telah mengidentifikasi tahap kelima: tahap Pendidik. Tahap ini melibatkan kemampuan untuk mengajarkan keterampilan dan berempati dengan peserta didik di semua tahap sebelumnya.
Individu dalam tahap ini dapat menjelaskan dan menyederhanakan tugas-tugas yang rumit, sehingga lebih mudah dipahami oleh pendatang baru.
Untuk mencapai tahap ini, seseorang harus memiliki pemahaman mendalam tentang keterampilan dan kemampuan untuk merenungkan dan mengkomunikasikan strategi mereka secara efektif.
Tahap ini tidak hanya menandakan penguasaan tetapi juga kemampuan untuk berkontribusi pada perjalanan belajar orang lain.
Memahami empat tahap pembelajaran, beserta tahap Pendidik tambahan, dapat meningkatkan kemampuan untuk memperoleh keterampilan baru secara signifikan.
Dengan mengenali di mana berada dalam proses pembelajaran dan mengikuti langkah-langkah praktis untuk maju, dapat mencapai penguasaan dan bahkan membantu orang lain dalam perjalanan pembelajaran mereka.
Hadapi setiap tahap dengan kesabaran dan dedikasi, dan akan mendapati diri menjadi mahir dalam keterampilan apa pun yang ingin pelajari.***
Baca Juga: Tes Kepribadian: Lipstik Mana yang Kamu Suka? Yuk Ungkap Karakter Asli Kamu sebagai Seorang Wanita