Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Memahami Gangguan Kepribadian Antisosial (ASPD), Ternyata Ansos bukan ASPD!

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 29 Jul 2024, 14:52 WIB
Memahami gangguan kepribadian antisosial dalam edukasi psikologi

AYOJAKARTA.COM - Akhir-akhir ini kita sering mendengar frasa antisosial yang disingkat ansos.

Apakah ansos yang dipahami oleh masyarakat sama dengan Gangguan Kepribadian Antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD)?

Dokter Zulvia di akun TikTok pribadinya @dr.zulvia.syarif.spkj memberikan penjelasan tentang istilah-istilah ini untuk menghindari kesalahpahaman.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Memahami Gangguan Kepribadian Antisosial, Sosiopat dan Psikopat

ASPD vs. Perilaku Antisosial

ASPD adalah kondisi kesehatan mental serius yang sering kali disalahartikan sebagai istilah umum "antisosial," yang digunakan orang untuk menggambarkan seseorang yang lebih suka menyendiri.

Tidak seperti seseorang yang sekadar menghindari bersosialisasi, individu dengan ASPD secara aktif terlibat dalam perilaku yang melanggar norma dan hukum masyarakat.

Ini termasuk berbohong, menipu, mencuri, dan bentuk manipulasi lainnya tanpa penyesalan.

Ciri-ciri ASPD

Orang dengan ASPD sering kali karismatik dan menawan, mampu menipu orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

Mereka tidak menunjukkan rasa bersalah, penyesalan, atau empati atas tindakan mereka.

Kurangnya pertimbangan moral inilah yang membuat ASPD berbeda dari gangguan kepribadian lainnya, seperti Gangguan Kepribadian Narsistik atau Narcissistic Personality Disorder(NPD).

Sementara individu dengan NPD mungkin memiliki empati yang terbatas, mereka yang memiliki ASPD biasanya tidak memilikinya sama sekali.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Mengenal Gangguan Kepribadian Histrionik (HPD)

Ciri Perilaku

1. Penipuan dan Manipulasi: Kebiasaan berbohong dan memanipulasi orang lain untuk keuntungan pribadi.

2. Pengabaian terhadap Hukum dan Norma: Melanggar hukum dan aturan masyarakat tanpa mempedulikan konsekuensinya.

3. Kurangnya Rasa Sesal: Tidak ada perasaan bersalah atau menyesal atas tindakan yang merugikan.

4. Agresi dan Permusuhan: Kesulitan mengendalikan amarah dan cenderung berperilaku agresif.

Baca Juga: 10 Gangguan Kepribadian dalam Psikologi, Udah Tau?

Bentuk Ekstrem ASPD

Dalam bentuknya yang paling ekstrem, ASPD dapat menyebabkan psikopati, yang ditandai dengan perilaku yang lebih parah seperti melakukan kejahatan kekerasan tanpa rasa bersalah atau tanggung jawab.

Ini adalah spektrum ASPD yang ekstrem dan merupakan bahaya serius bagi masyarakat.

ASPD vs. NPD

Meskipun ASPD dan NPD termasuk dalam kelompok gangguan kepribadian yang sama, keduanya memiliki perbedaan utama.

Individu dengan NPD mungkin masih menunjukkan sedikit empati, meskipun sangat terbatas.

Sebaliknya, mereka yang mengalami ASPD sama sekali tidak menunjukkan empati, sehingga mereka lebih rentan terhadap perilaku yang merugikan tanpa adanya pengekangan moral.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara perilaku antisosial dan ASPD sangatlah penting.

Baca Juga: Mengenal Dissociative Identity Disorder atau Gangguan Kepribadian Ganda, Bisa Berubah dari Rajin Ibadah menjadi Emosian

ASPD adalah kondisi kesehatan mental yang parah yang melibatkan pola pelanggaran norma sosial dan hak orang lain secara terus-menerus.

Mengenali perilaku gangguan kepribadian antisosial ini dapat membantu dalam menangani dan mengelola kondisi tersebut secara efektif.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Kartika Endah Prihatin