Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Bukan Hanya Cinta, Persahabatan pun bisa Bertepuk Sebelah Tangan Lho!

Oleh: Muhammad Imansyah Sabtu 27 Jul 2024, 19:45 WIB
Bukan hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan, persahabatan pun memungkinkan

AYOJAKARTA.COM - Kamu sering mengirimkan pesan lelucon di grup WhatsApp tapi tidak ada atau hanya sedikit yang menanggapi?

Kamu selalu menjadi orang yang pertama yang mengirimkan pesan di grup, simak dalam edukasi psikologi berikut?

Jika kamu selalu menjadi orang pertama yang mengirim pesan WhatsApp, membuat rencana, dan menanyakan kabar teman kamu, tetapi mereka tidak pernah membalas, kamu mungkin berada dalam persahabatan sepihak alias bertepuk sebelah tangan.

Baca Juga: Psikologi Cinta: 5 Tanda Perasaanmu Bertepuk Sebelah Tangan, Apakah Kamu Menyukai Orang yang Tepat?

Dikutip dari situs VeryWellMind.com, jenis persahabatan ini dapat menguras emosi dan membuat kamu merasa tidak didukung. Berikut cara mengenali tanda-tandanya dan mengatasi masalah tersebut.

Tanda-tanda Persahabatan Bertepuk Sebelah Tangan

1. Kurangnya Timbal Balik: Kamu selalu memulai kontak dan membuat rencana.

2. Ketidakseimbangan dalam Dukungan: Kamu ada untuk mereka, tetapi mereka tidak ada untukmu.

3. Komunikasi Sepihak: Mereka hanya mengulurkan tangan saat mereka membutuhkan sesuatu.

Efek Persahabatan Sebelah Tangan

- Pengurasan Emosi: Terus-menerus memberi tanpa menerima dapat membuat kamu merasa lelah dan tidak dihargai.

- Keterasingan: Kurangnya dukungan dapat menyebabkan perasaan kesepian dan melukai harga dirimu.

- Hubungan Lain yang Renggang: Kamu mungkin punya lebih sedikit waktu dan energi untuk teman-teman yang suportif.

- Pertumbuhan Pribadi yang Terhambat: Kamu mungkin kehilangan kesempatan untuk tumbuh jika selalu berfokus pada kebutuhan orang lain.

Baca Juga: Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan? Kenali Tanda- Tanda Pasanganmu Mulai Bosan Agar Itu Tidak Terjadi!

Memahami Dinamika

- Pola Keterikatan Awal: Pengalaman masa lalu mungkin membuatmu cenderung memberi terlalu banyak dalam persahabatan.

- Tenaga Emosional: Kamu mungkin menanggung beban mental persahabatan sendirian.

- Ketidakseimbangan Kekuasaan: Jika temanmu mengambil peran dominan, kamu mungkin merasa berkewajiban untuk menjaga persahabatan tetap berjalan.

Cara Mengatasi Persahabatan Sebelah Tangan

1. Akui Masalahnya: Kenali dan terima bahwa ketidakseimbangan itu nyata.

2. Pertimbangkan Dinamikanya: Renungkan mengapa ketidakseimbangan ini terjadi. Apakah temanmu menyadarinya?

3. Lakukan Percakapan: Komunikasikan perasaanmu dengan jelas dan tegas. Gunakan pernyataan "Saya merasa" untuk mengungkapkan bagaimana tindakan mereka mempengaruhimu.

4. Minta Dukungan Spesifik: Jelaskan secara langsung jenis dukungan yang kamu butuhkan dari mereka.

5. Kaji dan Sesuaikan: Evaluasi keseimbangan persahabatan secara berkala. Jika keadaan tidak membaik, mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali persahabatan tersebut.

Baca Juga: Buruan Move On! Ini 7 Tanda Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Berawal dari Komunikasi yang Buruk  

Kiat-kiat untuk Mengakhiri Persahabatan Sebelah Tangan

- Tetapkan Batasan: Beri tahu temanmu apa yang kamu butuhkan agar persahabatan dapat berlanjut.

- Berhenti Melakukan Kontak: Jika ketidakseimbangan berlanjut, kurangi upaya kamu dan biarkan persahabatan memudar lalu lenyap ditelan waktu.

- Fokus pada Hubungan Lain: Luangkan waktu dan energimu dalam persahabatan yang saling mendukung.

Menjalin Persahabatan yang Sehat

- Seimbangkan Memberi dan Menerima: Pastikan ada pertukaran dukungan dan upaya bersama.

- Berkomunikasi Secara Terbuka: Bicarakan tentang persahabatan jika kamu merasa persahabatan tersebut menjadi tidak seimbang.

- Jaga Diri kamu: Jaga kesehatan kamu untuk menjaga persahabatan tetap sehat dan seimbang.

Baca Juga: Mengungkap 8 Fakta Psikologi tentang Persahabatan Sejati, Bertahan hingga 7 Tahun Salah Satunya!

Poin Penting

Menyadari bahwa kamu berada dalam persahabatan yang bertepuk sebelah tangan bisa jadi sulit, tetapi mengatasi ketidakseimbangan tersebut sangat penting bagi kesehatan emosional kamu.

Jika keadaan tidak membaik, tidak apa-apa untuk mundur dan fokus pada hubungan yang lebih memuaskan. Ingat, persahabatan yang sehat dibangun atas dasar saling mendukung dan menghormati.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Kartika Endah Prihatin