AYOJAKARTA.COM - Kelelahan mental mirip dengan kelelahan fisik, tetapi mempengaruhi pikiran, bukan otot.
Tanda kelelahan ini sering terjadi saat kamu terlibat dalam tugas-tugas yang menantang secara mental untuk waktu yang lama.
Dikutip dari situs WebMD, stres dan kewaspadaan yang konstan juga dapat menyebabkan kelelahan mental, yang umumnya terlihat dalam pekerjaan, pengasuhan, dan peran-peran yang menuntut lainnya.
Baca Juga: 7 Cara untuk Mengatasi Lelah Mental, Ternyata Salah Satunya dengan Tidur yang Cukup
Tanda-tanda Kelelahan Mental
1. Kamu Gampang Marah atau Tidak Sabar
Kelelahan mental dapat mempengaruhi suasana hati secara signifikan. Kamu mungkin mendapati dirimu menjadi pemarah, jengkel, dan lebih sering membentak orang lain.
Mengendalikan emosi menjadi tantangan saat pikiranmu lelah.
2. Kamu Tidak Dapat Menyelesaikan Pekerjaan
Produktivitas secara alami berfluktuasi, tetapi kelelahan mental membuat konsentrasi menjadi sangat sulit.
Kelelahan mental menguras motivasimu, yang menyebabkan seringnya gangguan dan tenggat waktu yang terlewat. Bahkan tugas-tugas kecil pun dapat terasa sangat membebani.
3. Kamu Melamun
Melamun dapat bermanifestasi sebagai pikiran yang mengembara atau kantuk.
Baca Juga: Fakta Psikologi: 7 Tanda Kamu Mengalami Lelah Mental, Salah Satunya Ternyata Susah Tidur
Hal ini membuat kamu sulit untuk fokus dan merespons dengan cepat, yang dapat berbahaya dalam situasi tertentu, seperti mengemudi.
Kelelahan mental sering dikaitkan dengan kecelakaan di jalan raya, baik mobil maupun sepeda motor.
4. Kamu Tidak Tidur dengan Baik
Kamu mungkin berharap dapat tidur dengan mudah saat otak lelah, tetapi itu tidak selalu benar.
Orang-orang dengan pekerjaan dengan "beban kerja kognitif" yang tinggi sering melaporkan insomnia.
Kurang tidur memperburuk kelelahan mental, jadi carilah saran medis jika kamu kesulitan tidur atau merasa sangat lelah di siang hari.
Baca Juga: Mengalami Lelah Mental karena Sering Melakukan Kebiasaan Ini, Apa Saja? Yuk Cari Tahu Informasinya
5. Kamu Melakukan Hal-hal yang Tidak Sehat
Kelelahan mental dapat menyebabkan peningkatan penggunaan tembakau, alkohol, atau narkoba, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan penggunaan zat adiktif.
Kecanduan mengubah area otak yang mengelola stres dan pengendalian impuls, memperburuk perilaku ini.
6. Kamu Depresi
Kelelahan mental dapat menguras energi, membuatmu merasa lambat atau mati rasa.
Hal ini mempengaruhi kemampuanmu untuk menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
Jika kamu mengalami perasaan rendah diri atau putus asa yang terus-menerus selama lebih dari dua minggu, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater, karena hal itu dapat mengindikasikan depresi berat.
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Inilah 6 Tanda Kamu Lelah Mental dan Emosi Salah Satunya Sering Merasa Cemas
7. Kamu Banyak Khawatir
Kelelahan mental mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang memicu mode "lawan atau lari".
Hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan kepanikan yang terus-menerus, yang sering kali disertai dengan gejala depresi.
8. Olahraga Terasa Lebih Sulit
Kelelahan mental mempengaruhi toleransi aktivitas fisik. Kamu mungkin merasa mengerahkan lebih banyak tenaga dari biasanya, sehingga olahraga terasa lebih menantang.
9. Kebiasaan Makanmu Berubah
Kelelahan mental mempengaruhi nafsu makan dalam berbagai cara.
Kamu mungkin lebih banyak mengemil tanpa memperhatikan, menginginkan makanan manis, asin, atau berlemak.
Atau, kamu mungkin kehilangan nafsu makan sama sekali.
Baca Juga: Catat! 3 Cara Mengatasi Lelah Mental, Ubah Mindsetmu Demi Masa Depan yang Sukses
10. Kamu Membuat Lebih Banyak Kesalahan
Meskipun kesempurnaan tidak dapat dicapai, kelelahan mental mengurangi kemampuan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan.
Hal ini dapat menjadi masalah dalam pekerjaan yang melibatkan mesin, mengemudi, atau terbang.
11. Kamu Merasa Lebih Sakit
Kelelahan mental mempengaruhi setiap orang secara berbeda, tetapi kamu mungkin mengalami sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, atau masalah perut.
Kondisi kronis seperti fibromyalgia juga dapat menyebabkan peningkatan rasa sakit.
Cara Mengatasinya
Beristirahatlah
Beristirahatlah sejenak selama mengerjakan tugas mental yang panjang dapat mengurangi kelelahan.
Meskipun tidak ada waktu istirahat yang cocok untuk semua orang, beberapa menit setiap 1-2 jam dapat membantu. Teknik Pomodoro adalah metode yang populer:
- Atur timer selama 25 menit.
- Fokus pada satu tugas.
- Beristirahatlah selama 5 menit saat timer berbunyi.
- Setelah empat blok 25 menit, beristirahatlah selama 15-30 menit.
- Ulangi hingga tugas kamu selesai atau hari kerja kamu berakhir.
Tetap Aktif
Olahraga dapat meningkatkan tingkat energi selama istirahat. Cobalah lompat tali, peregangan, atau jalan cepat selama 10-15 menit agar tetap segar.
Temukan Cara untuk Bersantai
Meskipun kelelahan mental tidak dapat dihindari, kamu dapat mengaktifkan respons relaksasi tubuhmu.
Tidak ada salahnya untuk melakukan pijat relaksasi, meditasi, yoga, atau menonton film lucu.
Carilah dukungan dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental bila diperlukan.
Dengan mengenali tanda kelelahan mental ini dan menerapkan strategi untuk cara mengatasinyal, kamu dapat menjaga kesehatan mental yang lebih baik.
Edukasi psikologi ini meningkatkan kesejahteraan kamu secara keseluruhan.***