AYOJAKARTA.COM - Berhadapan dengan putus cinta atau ditinggalkan bisa jadi sangat menantang.
Pengalaman setiap orang adalah unik, dan cara terbaik untuk move on bisa berbeda-beda tergantung individu dan latar belakangnya.
Dalam sebuah wawancara antara Raditya Dika dan dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ. yang diunggah oleh akun TikTok @odsclip, berikut beberapa informasi dan cara terbaik move on secara efektif.
Baca Juga: Tips Move On bila Masih Menyimpan Perasaan Cinta pada Orang yang Salah
Memahami Intensitas Emosi
Rasa sakit akibat putus cinta bisa sangat bervariasi tergantung pada pengalaman hidup dan latar belakang emosional seseorang.
Bagi seseorang dengan pola asuh yang suportif dan hubungan yang positif, kesedihan akibat putus cinta biasanya dapat diatasi dan tidak berlarut-larut.
Namun, jika seseorang pernah mengalami trauma, seperti orang tua yang tidak hadir atau melakukan kekerasan, rasa sakit akibat putus cinta bisa terasa jauh lebih intens dan bertahan lama.
Mengatasi Kebutuhan yang Belum Terpenuhi
Ketika kebutuhan emosional tertentu tidak terpenuhi pada masa kanak-kanak, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang lebih parah di masa dewasa.
Hal ini karena perpisahan mungkin memicu masalah yang belum terselesaikan dan perasaan ditinggalkan.
Memahami hal ini dapat membantu mengenali mengapa move on terasa sangat sulit.
Model Hubungan yang Aman
Orang-orang yang telah menyaksikan penyelesaian konflik yang sehat dalam keluarga mereka cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hubungan yang aman dan terjamin.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Belum Move on, Salah Satunya adalah Masih Sedih kalau Terbayang Hal Ini
Sebaliknya, mereka yang pernah melihat konflik kekerasan atau konflik yang tidak terselesaikan mungkin bergelut dengan rasa tidak aman dan takut ditinggalkan dalam hubungan mereka.
Hal ini dapat membuat move on dari putus cinta menjadi sangat sulit.
Strategi untuk Move On
Berikut beberapa strategi yang dapat membantu individu move on, disesuaikan dengan tingkat intensitas emosi yang berbeda:
1. Bagi mereka yang intensitas emosinya terkendali:
- Beri Waktu: Terkadang, solusi terbaik adalah membiarkan waktu menyembuhkan luka. Merasa sedih dan terluka adalah hal yang wajar, namun perasaan ini sering kali akan hilang seiring berjalannya waktu.
- Cari Dukungan: Kelilingi dirimu dengan teman dan orang terkasih yang dapat memberikan kenyamanan dan gangguan.
- Tetap Sibuk: Terlibat dalam aktivitas yang mendatangkan kegembiraan dan kepuasan.
Hobi, olahraga, dan acara sosial bisa menjadi cara yang bagus untuk mengalihkan pikiranmu dari perpisahan.
2. Bagi mereka yang mengalami rasa sakit emosional yang hebat:
- Carilah Bantuan Profesional: Jika rasa sakit emosional sangat menyiksa dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mungkin kamu perlu mencari bantuan dari terapis atau konselor.
Intervensi profesional dapat memberikan alat dan strategi untuk menyembuhkan dan bergerak maju.
- Mengatasi Masalah yang Mendasari: Berusaha menyembuhkan trauma masa lalu dan kebutuhan yang belum terpenuhi.
Terapi dapat berperan penting dalam mengatasi masalah yang lebih dalam ini.
- Bangun Sistem Pendukung: Bentuk jaringan dukungan yang kuat dengan orang-orang yang memahami dan dapat memberikan dukungan emosional yang konsisten.
Bergerak ke Depan
Penting untuk menyadari bahwa move on adalah sebuah proses, dan tidak masalah jika kamu mencari bantuan jika diperlukan.
Bagi sebagian orang, memberikan waktu untuk menyembuhkan luka saja sudah cukup.
Bagi yang lain, dukungan profesional mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah yang lebih dalam.
Ingat, tujuannya adalah untuk menyembuhkan dan move on dengan cara yang sehat dan positif.
Dengan memahami kebutuhan emosionalmu dan mencari dukungan yang tepat, kamu dapat mengatasi rasa sakit dan menjadi lebih kuat di sisi lain.***