AYOJAKARTA.COM – Bagi para pelaku usaha dan investor, tentunya akan menghadapi tantangan sekaligus peluang.
Di tengah gempuran inflasi yang mencengkeram ekonomi, banyak orang mulai merasakan ketar-ketir.
Harga kebutuhan pokok yang melonjak, daya beli masyarakat yang menurun, dan ancaman resesi menghantui banyak sektor usaha.
Namun, di balik awan kelam ini, selalu ada celah peluang yang bisa dimanfaatkan.
Bagi para pelaku usaha, ini adalah waktu tepat untuk mengasah strategi dan memilih ide bisnis yang tahan banting.
Bisnis yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang dinamis dan tetap menghasilkan keuntungan di tengah situasi yang serba sulit.
Dilansir AyoJakarta.com dari video TikTok @elidasinaga71 yang diunggah 19 Juli 2024, berikut lima ide usaha yang diprediksi bisa bertahan dan bahkan berkembang di tengah kondisi inflasi tinggi:
1. Perikanan, peternakan, dan pertanian
Sektor perikanan, peternakan, dan pertanian merupakan sektor yang relatif tahan terhadap inflasi. Permintaan akan kebutuhan pangan akan tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.
Investasi dalam usaha ini bisa memberikan hasil yang stabil dan menguntungkan.
- Perikanan: budidaya ikan air tawar seperti lele, nila, dan patin memiliki prospek yang baik. Permintaan ikan konsumsi tetap tinggi dan biaya produksi bisa dikelola dengan baik.
- Peternakan: usaha peternakan ayam potong, sapi, atau kambing memiliki potensi besar. Produk-produk dari peternakan ini akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat.
- Pertanian: tanaman pangan seperti padi, jagung, dan sayuran akan tetap memiliki pasar yang luas. Diversifikasi dengan tanaman hortikultura juga bisa menjadi pilihan yang menguntungkan.
2. Logistik dan distribusi
Sektor logistik dan distribusi sangat penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan kondisi inflasi tinggi, efisiensi dalam distribusi menjadi kunci. Usaha di bidang ini memiliki potensi besar untuk tumbuh.
- Transportasi barang dengan menyediakan layanan transportasi untuk distribusi bahan pangan, bahan bangunan, dan kebutuhan pokok lainnya.
- Gudang penyimpanan untuk menyediakan fasilitas penyimpanan yang aman dan efisien untuk barang-barang yang memerlukan penyimpanan jangka panjang.
3. Toko material bangunan
Toko-toko yang menjual bahan bangunan seperti besi, pasir, dan batu akan tetap stabil. Kebutuhan untuk pembangunan dan renovasi rumah tidak akan berhenti meskipun inflasi tinggi.
- Toko besi menjual besi beton, baja ringan, dan material besi lainnya.
- Toko bahan bangunan menjual pasir, batu, semen, dan material bangunan lainnya yang tidak bergantung pada impor.
4. Properti tanah
Investasi pada tanah merupakan salah satu investasi yang tahan terhadap inflasi. Membatasi hak kepemilikan tanah dan memanfaatkannya untuk pertanian atau peternakan bisa menjadi pilihan yang bijak.
Pertanian menggunakan tanah untuk menanam tanaman pangan atau hortikultura dan peternakanmenggunakan tanah untuk peternakan sapi, kambing, atau ayam.
Baca Juga: Ada Faktor Genetik, 9 Tanda Seseorang Menderita Anti Social Personality Disorder (ASPD)
5. Kuliner nusantara
Usaha di bidang kuliner, khususnya masakan nusantara, akan tetap diminati. Namun, perlu diingat bahwa jenis kuliner tertentu, seperti Chinese food, membutuhkan koki asli dari negara asal untuk mempertahankan kualitas.
Kuliner Nusantara mengembangkan usaha makanan tradisional Indonesia yang memiliki pasar lokal yang kuat.
Kuliner spesifik menyediakan makanan khas daerah tertentu yang memiliki penggemar setia.
Tips menghadapi inflasi dalam bisnis:
- Hindari hutang bank untuk properti
Jangan tergoda untuk membeli properti dengan menggunakan KPR dari bank, kecuali jika kamu memiliki uang cash. Tingginya suku bunga bank bisa menjadi beban besar.
- Investasi emas
Emas diprediksi akan terus naik hingga mencapai Rp2 juta per gram dalam beberapa tahun mendatang. Mulailah menyimpan emas walau hanya 1 gram sebagai bentuk investasi jangka panjang.
Dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat, kamu bisa memanfaatkan peluang yang ada meskipun dalam kondisi ekonomi yang menantang.***