Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Membongkar 3 Mitos Seputar Psikosomatik, Ternyata bukan Penyakit!

Oleh: Muhammad Imansyah Rabu 24 Jul 2024, 19:59 WIB
Ilustrasi edukasi psikologi yaitu mengupas mitos seputar psikosomatik benarkah bukan penyakit

AYOJAKARTA.COM - Bagi kamu yang peduli dengan kesehatan mental, tentu tidak asing lagi dengan istilah "psikosomatis".

Ketika mendengar istilah ini, kamu mungkin membayangkan seseorang yang sakit karena pikirannya, bukan?

Menurut dokter Jiemi di akun TikTok pribadinya @jiemiardian, ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya akurat, simak edukasi psikologi ini.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Memiliki Mental Kaya, Pertahankan Kalau Kamu Ini!

Berikut 3 mitos seputar psikosomatis yang mungkin belum kamu ketahui.

Mitos 1: Psikosomatik adalah Diagnosis

Psikosomatik sebenarnya merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran seperti neurologi atau kardiologi, dan bukan diagnosis.

Coba pikirkan—tidak ada seorang pun yang didiagnosis menderita "kardiologi", bukan?

Demikian pula, psikosomatik yang merupakan bidang studi yang mengeksplorasi hubungan antara pikiran dan tubuh.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Punya Ikatan Batin dengan Seseorang, Bisa Membaca Pikiran Satu Sama Lain?

Mitos 2: Semuanya Ada di Kepalamu

Meskipun benar bahwa pikiran mempengaruhi tubuh, gejala psikosomatis bukan hanya tentang pikiran.

Ya, pikiran dapat mempengaruhi reaksi fisik, tetapi banyak orang mengalami gejala fisik tanpa adanya pikiran sadar yang menyebabkannya.

Gangguan seperti gangguan gejala somatik menunjukkan bahwa faktor psikologis dapat menimbulkan gejala fisik yang nyata.

Mitos 3: Hanya untuk Cari Perhatian

Kesalahpahaman lainnya adalah orang dengan gejala psikosomatis hanya mencari perhatian atau mengada-ada.

Mitos ini muncul karena setelah berobat ke dokter, kesimpulannya mungkin tidak ada penyakit fisik.

Namun, tidak adanya diagnosis fisik yang jelas bukan berarti gejalanya tidak nyata.

Misalnya, pada gangguan gejala somatik, rasa sakitnya asli dan tidak dibuat-buat atau dilebih-lebihkan untuk menarik perhatian.

Baca Juga: Apa Itu Psikolog dan Psikiater, Apakah Keduanya Sama? Simak Perbedaannya, Jangan Salah Paham!

Kesimpulan

Jika kamu mengalami gejala fisik karena masalah psikologis, penting untuk mencari pertolongan karena gejala tersebut nyata.

Hanya karena penyebabnya berbeda dengan kondisi neurologis atau kondisi medis lainnya, bukan berarti rasa sakit atau ketidaknyamanannya menjadi berkurang.

Mengenali dan mengatasi gejala-gejala ini adalah langkah pertama menuju kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Kartika Endah Prihatin