AYOJAKARTA.COM - Neurodivergence mengacu pada variasi dalam cara otak individu berfungsi, memproses informasi, dan berperilaku, berbeda dari apa yang dianggap "tipikal".
Dikutip dari situs VeryWellMind.com, dulunya neurodivergen dianggap bermasalah, tapi kini dikenal karena manfaat sosial dan perspektif uniknya.
Memahami Neurodivergen
Neurodivergen menjelaskan berbagai perbedaan dalam fungsi otak dan perilaku dalam populasi manusia. Alih-alih memandang perbedaan-perbedaan ini sebagai masalah, keanekaragaman saraf justru mempromosikan gagasan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut adalah variasi alami.
Neurotipikal vs. Neurodivergen
Baca Juga: 6 Mindset yang Membuatmu Tetap Miskin, Hati-Hati Jangan sampai Punya Pola Pikir Seperti Ini
- Neurotipikal: Menjelaskan individu yang fungsi otak dan perilakunya sejalan dengan standar masyarakat. Orang-orang ini biasanya mencapai tahap perkembangan pada waktu yang diharapkan dan umumnya menjalani kehidupan tanpa mempertanyakan fungsi otak mereka.
- Neurodivergen: Merujuk pada individu yang fungsi otaknya berbeda dalam satu atau beberapa hal dari biasanya. Hal ini dapat berkisar dari perbedaan yang tidak kentara hingga variasi yang lebih nyata yang mempengaruhi perilaku dan pemrosesan.
Jenis Neurodivergen yang Umum
1. Autisme
Autism Spectrum Disorder (ASD) mencakup berbagai ciri dan kebutuhan dukungan. Ini mencakup tantangan dengan keterampilan sosial, perilaku berulang, dan kesulitan komunikasi.
Individu autis memproses informasi dan berinteraksi dengan dunia secara berbeda dibandingkan individu non-autis (alistik).
2. ADHD
Baca Juga: 5 Kampus di Indonesia yang Menawarkan Kelulusan Tanpa Skripsi, Lebih Mudah Lulus?
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mempengaruhi fungsi eksekutif, sehingga sulit mengelola pikiran, perhatian, perilaku, dan emosi.
Orang dengan ADHD sering kali unggul dalam pemecahan masalah secara kreatif dan mungkin memiliki tingkat energi yang tinggi.
3. Disleksia
Disleksia berdampak pada kemampuan membaca, menulis, dan berbicara, sering kali menyebabkan seseorang salah membaca atau menulis kata dan huruf secara tidak berurutan.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, penderita disleksia sering kali unggul dalam pemrosesan visual dan kreativitas.
4. Jenis Lainnya
Baca Juga: 8 Ide Bisnis Kecil dengan Persaingan Rendah, Bisa Dikerjakan di Rumah!
Neurodivergen juga mencakup kondisi seperti Tourette, dispraksia, sinestesia, diskalkulia, sindrom Down, epilepsi, dan kondisi kesehatan mental seperti gangguan bipolar, OCD, dan kecemasan.
Cara Mengetahui Jika kamu Neurodivergent
Jika kamu telah didiagnosis dengan salah satu kondisi ini, kamu dianggap neurodivergen. Namun, banyak orang menyukai deskripsi neurodivergen tanpa diagnosis formal.
Dalam kasus seperti ini, mencari evaluasi profesional atau mengidentifikasi diri berdasarkan pengalaman hidup dapat bermanfaat.
Masa Depan Neurodivergen
Seiring kemajuan masyarakat dalam memahami dan menerima neurodivergen, sistem pendukung dan akomodasi pun meningkat.
Menerima keanekaragaman saraf membantu menciptakan lingkungan inklusif di mana semua individu dapat berkembang.***