AYOJAKARTA.COM - Highly Sensitive Person (HSP) adalah istilah yang diciptakan oleh psikolog Elaine Aron. Menurut teori Aron, HSP memiliki ciri kepribadian yang dikenal sebagai Sensory Processing Sensitivity (SPS).
Dikutip dari Psychology Today, individu dengan SPS tinggi menunjukkan peningkatan sensitivitas emosional, reaktivitas yang lebih kuat terhadap rangsangan eksternal dan internal seperti rasa sakit, kelaparan, cahaya, dan kebisingan, serta kehidupan batin yang kompleks.
Memahami Sensitivitas Tinggi
Konsep sensitivitas tinggi semakin populer sejak Aron memperkenalkannya, dengan sekitar 15 hingga 20 persen populasi mengidentifikasi diri sebagai sangat sensitif.
Baca Juga: Dede Akui Berikan Kesaksian Palsu dalam Kasus Vina Cirebon, Marliyana: Akhirnya Menemukan Jalan
HSP sering kali merasa lebih terganggu oleh kekerasan, ketegangan, atau situasi yang membebani dan mungkin menghindari skenario seperti itu.
Sisi positifnya, kepekaan yang tinggi dikaitkan dengan kreativitas yang lebih tinggi, hubungan pribadi yang lebih kaya, dan apresiasi yang lebih besar terhadap keindahan.
Tanda Kamu Mungkin Seorang HSP
- Bereaksi keras terhadap kritik
- Mudah terstimulasi secara berlebihan secara fisik dan emosional
- Memiliki kehidupan batin yang kaya
- Kapasitas empati yang tinggi
- Peka terhadap suasana hati orang lain
Anak-anak yang Sangat Sensitif
Anak-anak yang mudah menangis, cepat terstimulasi secara berlebihan, atau merasa tertekan ketika orang lain kesakitan mungkin memiliki SPS yang tinggi.
Ciri-ciri tersebut dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Meskipun anak-anak ini sulit untuk dirawat, mereka berkembang dalam lingkungan yang mendukung.
Hidup sebagai HSP
Menjadi seorang HSP bisa jadi menantang. HSP mungkin merasa sulit beradaptasi dengan situasi baru, menunjukkan respons emosional yang tampaknya tidak pantas dalam lingkungan sosial, dan menjadi tidak nyaman dengan sensasi fisik tertentu.
Baca Juga: Banyak Dilirik Perusahaan Besar, Ini Prospek Karir untuk Lulusan dari Jurusan Akuntansi
Namun, mereka juga melaporkan ikatan yang mendalam dengan orang lain, mimpi yang menggairahkan, dan kenikmatan yang luar biasa dalam seni, musik, dan hubungan antarmanusia.
Mengelola Sensitivitas Tinggi
Tidak ada pengobatan khusus untuk sensitivitas tinggi, karena ini dilihat sebagai ciri kepribadian dan bukan kelainan.
Namun, karena HSP mungkin menghadapi tantangan emosional atau interpersonal dan mungkin terjadi bersamaan dengan kecemasan dan depresi, terapi bicara dapat bermanfaat.
Mengatasi Stres sebagai HSP
- Prioritaskan perawatan diri
- Pastikan tidur yang cukup
- Pertahankan pola makan yang sehat
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Smiling Depression, Kekalutan Jiwa yang Bersembunyi di Balik Senyuman
- Batasi asupan kafein dan alkohol
- Jadwalkan waktu dekompresi
- Bicaralah dengan teman atau terapis
Sensitivitas Tinggi vs. Sifat dan Gangguan Lainnya
Sensitivitas tinggi sering disamakan dengan introversi atau neurotisisme, namun berbeda. Meskipun sekitar 70 persen HSP adalah introvert, 30 persennya ekstrovert.
Sensitivitas tinggi tidak sama dengan Sensory Processing Disorder (SPD), autisme, atau ADHD, meskipun mungkin lebih sering muncul pada individu dengan kondisi tersebut.
Baca Juga: Sering Disebut Sebagai Menantu Idaman, Ini 5 Keuntungan yang Didapat Jika Menjadi PNS, Apa Saja?
Sensitivitas yang tinggi, selain menghadirkan tantangan yang unik, juga menawarkan banyak kekuatan.
Memahami dan mengelola kepekaan tinggi seseorang dapat membawa pada kehidupan yang memuaskan dan kaya.
Mengenali ciri-ciri berbeda dari HSP dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung di mana mereka dapat berkembang.***