Gaya Hidup

Bisa Membuat Jiwa Seseorang Kosong, Ini 5 Strategi Bijaksana Menghadapi Seorang yang Senang Berdusta atau Bohong

Oleh: Karseno AJ Minggu 21 Jul 2024, 13:46 WIB
Dalam kajian ilmu psikologi, jenis atau sebutan serta dampak yang ditimbulkan dari kebohongan juga sangat beragam.

AYOJAKARTA.COM – Berdusta atau bohong seringkali menjadi salah satu penyebab terbesar yang menghancurkan nilai suatu hubungan.

Hubungan yang dilandasi dengan kebiasaan berdusta atau bohong, selain berdampak buruk bagi kesehatan mental juga dapat menghancurkan kesucian spiritual.

Meski berdusta atau bohong terkadang dilandasi oleh suatu niat baik, namun kebaikan yang dibungkus kebohongan tidak membuahkan hasil kecuali luka mendalam.

Dalam kajian ilmu psikologi, jenis atau sebutan serta dampak yang ditimbulkan dari kebohongan juga sangat beragam.

Besar atau kecil dampak yang ditimbulkan, kebohongan selalu saja menjadi hal yang paling dibenci oleh banyak orang termasuk para pendusta.

Seorang dengan kebiasaan berdusta atau bohong, akan memiliki kecenderungan terus hidup dalam kebohongan sehingga bisa merusak kewarasan.

Baca Juga: Punya Bukti Pegi Setiawan Bohong Soal Tato, Razman Nasution: Kalau Terbukti, Tangkap dan Periksa!

Untuk terhindar dari dampak yang terus ditimbulkan akibat perilaku berbohong, penting bagi setiap individu mengetahui cara menghadapi pendusta dengan bijaksana.

Dengan mengetahui dan mempraktekkan cara ini, maka kesadaran dan realitas yang selalu dibentuk oleh pembohong tidak berdampak merusak otak.

Saat menghadapi seseorang yang sedang berbohong, intuisi atau firasat biasanya akan secara otomatis memberikan isyarat.

Setiap kali isyarat kebohongan itu hadir, penting bagi individu untuk segera melakukan tindakan penyelamatan.

Cara pertama dalam menghadapi seorang pembohong adalah dengan mencatat rincian atau detail peristiwa serta mencari bukti pendukung.

Bukan untuk dijadikan sebagai bukti sanggahan, aktivitas melakukan pencatatan rincian kejadian bertujuan untuk menemukan gambaran lebih besar.

Cara kedua dalam menghadapi orang sedang berbohong secara bijaksana adalah dengan mengaitkannya dengan pernyataan di masa lalu.

Baca Juga: Kesaksian RT Pasren di Kasus Vina Cirebon Dipertanyakan, Ada 3 Saksi Kunci yang Ngaku Diminta Bohong oleh Oknum Penyidik

Kebanyakan pembohong biasanya hidup dalam pikirannya sendiri, sehingga tidak benar-benar tersambung dan terhubung secara emosional dengan orang lain.

Cara ketiga menghadapi orang berdusta adalah dengan mulai menunjukkan bukti atau fakta-fakta kebohongannya.

Orang normal akan merasa malu dan berusaha menunjukkan perubahan jika ketahuan berbohong, tapi individu tertentu yang minim empati akan menyangkal dan menyanggah.

Cara keempat agar terhindar dari bahaya kebohongan orang lain adalah dengan mulai berhenti mempercayai perkataan dan lebih melihat tindakan.

Orang berhati baik, berperasaan baik dan pikiran baik akan cenderung menghasilkan pemikiran serta tindakan individu dan sosial yang juga baik.

Cara kelima menghadapi orang yang sudah terlalu banyak berbohong adalah dengan berpura-pura tidak tahu atau berlaga lugu.

Gali informasi dari si pembohong dengan terus memberikan pertanyaan, sehingga konstruksi berpikirnya yang tidak saling terhubung akan mudah kelihatan.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana