AYOJAKARTA.COM - Konfrontasi lalu marah adalah bagian dari kehidupan, tidak ada orang yang terlewat pernah mengalaminya.
Namun mempelajari cara mengatasi marah dengan kecerdasan emosional sangatlah penting guna membina hubungan tetap baik.
Berikut 6 cara cerdas menangani konfrontasi yang dikutip dari situs Higher Grounds Management, yang bisa kamu gunakan efektif meredakan emosi:
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Validasi Emosi Bisa Jadi Senjata Makan Tuan, Ini Penjelasan Psikiater!
1. Sesuaikan Emosimu
Saat kamu marah, kamu akan mudah bertindak impulsif dan sebaiknya, mundurlah selangkah dan tunggu sampai kamu tenang.
Ini membantu kamu berpikir lebih jernih dan berkomunikasi lebih efektif meredakan perasaan yang bergejolak.
Teknik seperti bernapas dalam-dalam, berjalan kaki, menonton video lucu, bermeditasi, berolahraga, atau berdoa dapat membantu.
Berguna mendapatkan kembali ketenangan dan mendapatkan perspektif yang lebih menenangkan.
2. Pahami Emosimu
Identifikasi apa yang sebenarnya kamu rasakan karena terkadang apa yang terlihat seperti kemarahan sebenarnya adalah kesedihan atau rasa sakit hati.
Setelah mengenali emosi yang sebenarnya, kamu dapat mengomunikasikannya dengan lebih akurat dan konstruktif.
3. Hindari Salah-Menyalahkan
Sangat mudah untuk menyalahkan orang lain atas perasaanmu ketika sedang stres atau tidak bahagia.
Namun, hal ini dapat menjauhkan orang-orang yang kamu sayangi maka renungkan apakah kemarahan kamu benar-benar disebabkan oleh situasi saat ini atau ada faktor lain yang mempengaruhi emosimu.
4. Rasa Ingin Tahu
Emosi negatif bisa membuat kita egois, hanya fokus pada sudut pandang kita. Sebaliknya, cobalah memahami mengapa orang lain bertindak dengan cara tertentu.
Ajukan pertanyaan dengan minat yang tulus, yang dapat mengungkapkan bahwa tindakannya tidak dimaksudkan untuk menyakiti kamu.
Baca Juga: 7 Tanda Kamu Seorang Penyendiri Alami, Salah Satunya Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
5. Tunjukkan Kasih Sayang
Hormati dan pertimbangkan perasaan dan sudut pandang orang lain. Ini memupuk komunikasi sejati dan hubungan yang lebih dalam.
Mendekati orang lain dengan belas kasih dan bukan agresi memungkinkan terjadinya dialog yang konstruktif.
6. Berkomunikasi dengan Terampil
Gunakan pernyataan "saya" untuk mengungkapkan perasaan kamu dan ajaklah orang lain untuk berbagi sudut pandangnya.
Baca Juga: Memahami Komunikasi Nonverbal: Ini Wejangan dari Eks Agen FBI Joe Navarro
Terlibatlah sudut pandang mereka dengan tulus dan bekerja sama untuk menemukan kompromi. Menjadi ingin tahu daripada menuduh membantu membangun saling pengertian.
Dengan menerapkan teknik-teknik ini, kamu dapat menangani kemarahan dengan cara efektif, serta bisa memperkuat hubungan dan menumbuhkan pemahaman.***