Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Mengenal Gejala Schizoid Personality Disorder, dan Pengobatan SPD

Oleh: Muhammad Imansyah Kamis 04 Jul 2024, 08:46 WIB
Ilustrasi gejala Schizoid Personality Disorder

AYOJAKARTA.COM - Masyarakat sebaiknya paham gejala Schizoid Personality Disorder (SPD) agar tidak larut semakin parah.

SPD adalah kondisi dimana individu sering menarik diri dari lingkungan sosial. Orang dengan SPD biasanya menghindari interaksi sosial dan menjalin persahabatan.

Menurut psikolog klinis Ferdian Permana di akun TikTok pribadinya @katapsikologi, perlu pemahaman pengobatan SPD pula.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Menelusuri Asal-Usul Kecemasan dan Cara Mengelolanya

Orang-orang yang menderita SPD mungkin hanya mempunyai hubungan dekat dengan anggota keluarga dekat, jika ada.

Karakteristik Utama SPD

1. Kurangnya Minat Bersosialisasi: Individu dengan SPD memiliki minat yang minimal dalam menjalin hubungan sosial.

Mereka lebih suka menyendiri dan tidak menunjukkan keinginan untuk berteman serta cenderung menutup sosialisasi.

2. Dinginnya Emosional: Penderita SPD sering kali tampak jauh secara emosional karena lebih suka menutup diri.

Mereka jarang tersenyum, tertawa, atau menunjukkan ekspresi wajah apa pun. Respon emosional mereka biasanya datar, menyerupai “wajah poker”.

Baca Juga: 12 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menyendiri, Salah Satunya Menghargai Waktu

3. Menghindari Kedekatan: Mereka tidak menyukai hubungan dekat, bahkan dengan anggota keluarga.

Mereka lebih suka menyendiri dan sering kali tampak acuh tak acuh terhadap ikatan keluarga dan sosial.

4. Pengalaman Seksual Minimal: Orang dengan SPD biasanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengalaman atau minat seksual.

5. Rentang Minat yang Sempit: Mereka sering kali memiliki satu atau dua hobi atau minat yang mereka geluti, namun mereka tidak terlibat dalam berbagai aktivitas.

6. Non-reaktif terhadap Kritik atau Pujian: Individu dengan SPD tidak menanggapi kritik atau pujian. Mereka tetap acuh tak acuh dalam banyak situasi.

Baca Juga: Kenali 4 Tanda Kamu Butuh Waktu untuk Menyendiri, Yuk Saatnya Me Time!

Kemiripan dengan Gangguan Lain

Gejala Schizoid Personality Disorder memiliki kesamaan dengan beberapa kondisi kesehatan mental lainnya:

- Depresi: Kedua gangguan ini melibatkan penarikan diri dari pergaulan dan kurangnya minat dalam beraktivitas.

- Skizofrenia: SPD dan skizofrenia memiliki gejala negatif yang sama seperti emosi yang datar dan penarikan diri dari pergaulan.

Namun, SPD biasanya tidak mencakup halusinasi dan delusi yang berhubungan dengan skizofrenia.

- Gangguan Bipolar: Episode depresi pada gangguan bipolar dapat menyerupai gejala SPD.

Baca Juga: 5 Fakta Psikologi Orang Pemalu bisa Menjadi Pasangan Berbahaya, Si Pemilik Daya Pikat yang Misterius, Apa Penyebabnya?

Tantangan dalam Diagnosis

Mendiagnosis SPD bisa jadi sulit karena gejalanya mirip dengan depresi dan skizofrenia. Jika tidak ditangani, SPD dapat menyebabkan berkembangnya masalah psikologis lainnya.

Pentingnya Pengobatan Dini

Perawatan dini sangat penting untuk mencegah SPD berkembang menjadi kondisi kesehatan mental yang lebih parah.

Jika kamu mencurigai seseorang mengidap SPD, penting untuk segera mencari bantuan profesional.

Intervensi dini dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan mencegah komplikasi psikologis lebih lanjut dalam pengobatan SPD.

Baca Juga: 4 Fakta Psikologi Orang Kepribadian Introvert, Benarkah Pemalu dan Kesepian?

Kesimpulan

SPD adalah suatu kondisi kompleks yang ditandai dengan penarikan diri dari pergaulan dan kedinginan emosional perlu pendampingan edukasi psikologi.

Memahami gejalanya dan mencari pengobatan dini dapat membantu mengelola gangguan ini dan meningkatkan kesejahteraan individu yang terkena dampaknya.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mungkin menderita SPD, konsultasikan dengan ahli kesehatan mental untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan profesional.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Kartika Endah Prihatin