Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Tren Cek Khodam dan Takhayul di Masyarakat Modern, Begini Pandangan Psikolog

Oleh: Muhammad Imansyah Rabu 03 Jul 2024, 06:46 WIB
Ilustrasi tren cek khodam dan takhayul di kalangan masyarakat modern

AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini topik cek khodam sedang ramai dibicarakan dimana-mana, termasuk mengenai Takhayul yang masih marak di kalangan masyarakat modern.

Menurut psikolog Ferdian Permana di akun TikTok pribadinya @katapsikologi, cek khodam, horoskop, ramalan tahunan, perhitungan tanggal lahir, dan prediksi lainnya, termasuk dalam kategori takhayul atau kepercayaan. Tapi mengapa orang begitu percaya pada takhayul ini?

Kebutuhan Manusia akan Keyakinan

Manusia mempunyai kebutuhan bawaan untuk mempercayai sesuatu. Keyakinan ini bisa diarahkan pada agama, etika, budaya, atau bahkan takhayul.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Kamu Seorang Pemikir Bebas atau Mengikuti Orang Banyak? Gambar Ilusi Optik Ini Akan Membantumu Menjawabnya

Orang yang berbeda menemukan kenyamanan dalam keyakinan yang berbeda.

Ada orang yang sepenuhnya percaya pada agama, ada pula yang menaruh keyakinannya pada norma-norma sosial, etika, atau praktik budaya. Itu adalah pilihan pribadi.

Kenyamanan Takhayul

Banyak orang beralih ke takhayul karena memberikan rasa aman dan nyaman. Misalnya saja, jika sebuah ramalan mengatakan bahwa kamu memiliki roh penjaga yang kuat atau bahwa masa depanmu tampak cerah, hal itu dapat membuatmu merasa aman dan tenteram.

Baca Juga: TOP 10 Universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia, Ada yang Masuk 200 Terbaik Asia Lho!

Rasa nyaman inilah yang menyebabkan banyak orang menikmati cek khodam dan praktik serupa.

Hubungan Budaya

Praktik seperti cek khodam, horoskop, dan penghitungan tanggal lahir memiliki makna budaya. Misalnya saja budaya Tionghoa dan budaya Kejawen yang mempunyai takhayul uniknya masing-masing.

Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah Pencetak Pekerja BUMN Terbanyak: Cek Lulusan Universitas yang Bekerja di Mandiri, BRI, Pertamina, Telkom Indonesia

Percaya pada takhayul ini dapat membantu orang merasa lebih terhubung dengan akar budayanya.

Pendekatan yang Seimbang

Menurut Ferdian, meskipun tidak masalah jika terlibat dengan takhayul ini demi kesenangan atau hubungan budaya, tidak disarankan untuk bergantung sepenuhnya pada takhayul tersebut.

Ketergantungan yang berlebihan pada takhayul bisa membuatmu menyalahkan takhayul atas kemalanganmu alih-alih mengambil tanggung jawab atas tindakanmu.

Misalnya, kamu mungkin mempertanyakan mengapa kamu menghadapi nasib buruk meskipun memiliki roh penjaga yang kuat, atau mengapa hubunganmu bermasalah meskipun ada tanda-tanda horoskop yang menguntungkan.

Baca Juga: Raih Ranking 12 Se-Indonesia! Ini Dia TOP 10 SMA Terbaik di Sumatera Utara Berdasarkan Nilai UTBK, Layak Masuk Referensi PPDB 2024

Dampak Psikologis

Terlalu percaya pada takhayul juga dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu.

Mereka yang memiliki kepribadian skizotipal, misalnya, mungkin percaya bahwa takhayul itu nyata dan menerapkannya secara kaku dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menimbulkan tekanan psikologis dan perilaku eksentrik.

Sangat penting untuk mendekati takhayul dengan pola pikir yang seimbang. Itu bisa menjadi bagian yang menyenangkan dari tradisi budaya dan percakapan, namun tidak boleh mendikte hidupmu. Percayalah pada usaha dan kemauanmu sendiri.***

Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Kategori Ini Bisa Mencairkan 2 Bansos Berupa Uang dan Barang

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman