Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Memahami Pasangan yang Suka Menghindar atau Avoidant

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 01 Jul 2024, 19:02 WIB
Ilustrasi punya pasangan yang avoidant, terbiasa menghindar

AYOJAKARTA.COM - Perahkah kamu sering merasa frustrasi dan kesal karena pasanganmu terlihat cuek?

Diantaranya tidak mengakui perasaan kamu, dan cenderung menghindari diskusi emosional yang mustinya dilakukan.

Cobalah memahami dengan empati sudut pandangnya sebagai individu yang menghindar atau avoidant.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Mengenal Arti Gaya Kelekatan Anxious dan Avoidant, Kamu Masuk yang Mana?

Menurut akun TikTok @healthchalk, kesadaran ini dapat memberikan wawasan tentang perilaku mereka dan membantu meningkatkan hubungan kalian.

Pengalaman Awal Membentuk Perilaku Menghindar

Individu yang menghindar sering kali memiliki pengalaman masa kanak-kanak kurang bagus ketika orang tuanya sibuk dengan pekerjaan atau urusan lain.

Hal ini hanya menyisakan sedikit waktu untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Mereka jarang merasakan dipeluk atau didengarkan perasaannya, sehingga mereka memandang orang tua sebagai sosok mandiri yang menangani masalah tanpa berbagi atau mencari dukungan.

Baca Juga: 10 Perilaku Toxic dalam Membelanjakan Uang, Apakah Kamu Mengalami Salah Satunya, Bagaikan Berharap Pangeran Tampan Menyelamatkan Cinderella

Kemandirian dan Logika Atas Emosi

Akibatnya, individu yang menghindar tumbuh dengan menghargai kemandirian, terkadang sampai pada titik kemandirian yang terlalu atau hyper-independent.

Mereka sangat bergantung pada logika, menganggap tidak penting berbagi perasaan atau mendiskusikan emosi.

Tumbuh keyakinan tidak ada solusi untuk melakukannya yaitu ketika dihadapkan pada masalah, mereka langsung fokus mencari solusi.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Sikap Mandiri Bisa Membuat Hidupmu Lebih Bahagia

Demikian pula, ketika mereka menginginkan sesuatu, mereka berkonsentrasi untuk mengambil tindakan.

Tantangan dalam Hubungan

Dalam hubungan, individu yang menghindar kesulitan merespons pasangannya yang mencari dukungan emosional dan ingin berbagi perasaan.

Karena mereka tidak melihat nilai dalam bercerita, mereka sering kali merespons dengan solusi langsung daripada hanya mendengarkan.

Hal ini dapat membuat frustasi, terutama bagi perempuan yang mungkin hanya ingin didengarkan dan dihibur sebelum mendiskusikan kemungkinan solusi.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Sifat Introvert yang Memengaruhi Kualitas Hubungan

Respons Penghindaran terhadap Emosi yang Berlebihan

Ketika terbebani oleh masalah pekerjaan atau pribadi, individu yang menghindar mungkin akan semakin menarik diri jika pasangannya mencari dukungan emosional.

Mereka menghindari stres tambahan yang dirasakan dalam memberikan solusi terhadap masalah pasangannya.

Kecenderungan menghindar mereka terpicu ketika mereka bertemu dengan pasangan yang melekat atau bergantung yang terus-menerus mencari kebersamaan.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Validasi Emosi Bisa Jadi Senjata Makan Tuan, Ini Penjelasan Psikiater!

Menyeimbangkan Kebutuhan dalam Hubungan

Untuk menjaga hubungan yang langgeng dengan pasangan yang menghindar, penting untuk memahami kebutuhan mereka akan ruang.

Meskipun mereka mungkin kesulitan untuk mengakui perasaan kamu atau terlibat dalam percakapan emosional, menyadari kebutuhan mereka akan kemandirian sangatlah penting.

Memberi mereka ruang untuk memproses permasalahan mereka dan menemukan solusi sendiri dapat membantu menyeimbangkan kebutuhan kedua pasangan.

Kesimpulan

Memahami pasangan dan mengakomodasi kebutuhannya yang menghindar atau avoidant, membutuhkan kesabaran dan empati.

Dengan memberi mereka ruang yang mereka butuhkan sekaligus mengkomunikasikan kebutuhan emosional kamu, kamu dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan memuaskan.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Kartika Endah Prihatin