AYOJAKARTA.COM - Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian orang seringkali mengisi interaksi percakapan dengan berkata dusta atau bohong.
Kebiasaan berkata dusta atau bohong, selain untuk lebih menambah kesan bagi lawan bicara juga dapat dijadikan sebagai cara untuk memanipulasi.
Meski tidak terlihat langsung, namun paparan energi dari seorang pendusta atau gemar berkata bohong sangat berpengaruh pada kualitas pertemanan dan kesehatan jiwa.
Karena itu, salah satu cara untuk bisa terhindar dari paparan kebohongan adalah dengan mengetahui tanda seseorang saat berdusta.
Dengan mengetahui dan mengenali tanda-tanda tersebut, maka peluang bagi Pembohong untuk memaparkan energi negatif akan menjadi semakin mengecil.
Sebagai rekomendasi pengetahuan dan bentuk rasa cinta dan kesadaran terhadap diri sendiri, berikut adalah tanda seseorang saat berkata bohong.
Dikutip dari kanal YouTube Titik Terang, Senin (1/7/2024) tanda pertama seseorang saat berbohong atau berdusta adalah adanya kecenderungan untuk tidak konsisten dengan pernyataan.
Menurut Dr. Paul Ekman yang merupakan Ahli Ekspresi Wajah, kebohongan seringkali bersembunyi pada ketidak konsistenan ucapan atau bahkan kesempurnaan realitas.
Saat seseorang berdusta, biasanya akan cenderung untuk menghindari rincian kejadian atau peristiwa sehingga berpengaruh pada gestur atau ekspresi tubuh.
Lilian Glass yang merupakan Ahli Komunikasi Non Verbal menjelaskan bahwa bahasa tubuh atau gesture, lebih banyak bicara daripada kata-kata.
Sewaktu seseorang mengatakan Bahagia tetapi bahasa tubuh baik yang terlihat pada wajah atau perilaku menunjukkan sebaliknya, hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya dusta.
Orang yang sedang berkata bohong, akan memiliki kecenderungan untuk menghindari kontak mata dengan lawan bicara.
Selain menghindari kontak, seorang Pembohong akan menampakkan isyarat-isyarat halus untuk menutupi ketidak jujurannya.
Tanda ketiga dari seseorang saat berdusta adalah adanya kecenderungan untuk melewatkan hal-hal kecil.
Menurut Dr. David Matsumoto yang dikenal sebagai Ahli Komunikasi, untuk memahami suatu kebohongan sangat dibutuhkan informasi yang rinci atau detail karena sangat krusial.
Saat sedang berkata dusta atau bohong, seseorang biasanya akan cenderung merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang bersifat rincian.
Sehingga orang yang sedang berbohong akan lebih senang menceritakan suatu hal secara lebih umum, sementara orang jujur justru senang memberikan rincian detail.
Tanda keempat seseorang saat berkata bohong adalah, adanya suara dalam diri yang memberitahukan tentang kebohongan orang lain.
Insting maupun intuisi seseorang yang terbiasa jujur, biasanya akan peka saat berhadapan dengan seorang pendusta.
Menurut Dr. Paula Mayer yang merupakan Penulis buku, insting adalah pendeteksi awal kebohongan saat berinteraksi. ***