Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: Tak Semua Gangguan Mental Berasal dari Inner Child, Begini Penjelasan Psikiater

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 17 Jun 2024, 11:40 WIB
Ilustrasi Inner Child

AYOJAKARTA.COM - Saat ini ada kecenderungan untuk mengaitkan semua masalah dan keluhan emosional dengan konsep inner child.

Banyak konten yang menjelaskan gagasan tentang inner child, dan tidak ada yang salah dengan itu.

Namun menrut dokter Jiemi Ardian di akun TikToknya @jiemiardian, menghubungkan setiap keluhan emosional dengan inner child tampaknya tidak akurat.

Masalah emosional tidak semata-mata disebabkan oleh peristiwa masa lalu atau pengalaman masa kecil.

Baca Juga: Idul Adha 2024, PNM Optimalkan Penyaluran Hewan Kurban di Daerah Tertinggal

Percaya atau tidak, ada orang-orang yang memiliki latar belakang baik, keluarga mendukung, dan tidak ada toxic sedikit pun.

Ambil contoh, seseorang yang jarang menyaksikan konflik atau pertengkaran dalam keluarga, tidak hanya di antara keluarga dekatnya tetapi bahkan di antara kerabat jauhnya.

Tidak ada bibi yang suka bergosip atau semacamnya. Namun, mereka mungkin masih bergelut dengan masalah kesehatan mental. Bagaimana mungkin? Dan itu terjadi.

Baca Juga: Hari Tasyrik Idul Adha 2024: Ini Perhitungannya dalam Kalender Masehi dan Hijriyah beserta Anjuran Amalan dan Larangan

Sayangnya, orang-orang yang berada dalam situasi seperti itu sering kali takut mencari bantuan dari psikolog atau psikiater karena khawatir masalah mereka akan terbuka.

Padahal, kenyataannya mereka mungkin memang mempunyai permasalahan yang perlu diatasi.

Seseorang bisa berasal dari keluarga baik-baik, memiliki segalanya, baik secara ekonomi, dan masih mengalami tantangan kesehatan mental.

Trauma tidak selalu berasal dari orang tua atau masa kecil; itu bisa berasal dari berbagai peristiwa lain dalam hidup.

Baca Juga: 'THR' Idul Adha Cair! 6 Bansos Fix Cair Berturut-turut Usai Lebaran Haji, Ada Bansos Rp600 Ribu dan 1 Kabar Buruk Bagi KPM PKH dan BPNT

Genetika, lingkungan, pola makan, vitamin D, dan banyak lagi juga memainkan peran penting. Alasannya beragam.

Tantangan kesehatan mental tidak membeda-bedakan berdasarkan apakah masa kecil Anda trauma atau tidak.

Penting bagi setiap orang untuk memahami bahwa masalah kesehatan mental itu kompleks dan dapat menyerang siapa saja, terlepas dari latar belakang pendidikan atau lingkungan keluarga mereka.***

Baca Juga: Daftar Formasi yang Bisa Dilamar Semua Jurusan, Mulai dari SMA, D3 hingga S1

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman