AYOJAKARTA.COM - Saat ini ada kecenderungan untuk mengaitkan semua masalah dan keluhan emosional dengan konsep inner child.
Banyak konten yang menjelaskan gagasan tentang inner child, dan tidak ada yang salah dengan itu.
Namun menrut dokter Jiemi Ardian di akun TikToknya @jiemiardian, menghubungkan setiap keluhan emosional dengan inner child tampaknya tidak akurat.
Masalah emosional tidak semata-mata disebabkan oleh peristiwa masa lalu atau pengalaman masa kecil.
Baca Juga: Idul Adha 2024, PNM Optimalkan Penyaluran Hewan Kurban di Daerah Tertinggal
Percaya atau tidak, ada orang-orang yang memiliki latar belakang baik, keluarga mendukung, dan tidak ada toxic sedikit pun.
Ambil contoh, seseorang yang jarang menyaksikan konflik atau pertengkaran dalam keluarga, tidak hanya di antara keluarga dekatnya tetapi bahkan di antara kerabat jauhnya.
Tidak ada bibi yang suka bergosip atau semacamnya. Namun, mereka mungkin masih bergelut dengan masalah kesehatan mental. Bagaimana mungkin? Dan itu terjadi.
Sayangnya, orang-orang yang berada dalam situasi seperti itu sering kali takut mencari bantuan dari psikolog atau psikiater karena khawatir masalah mereka akan terbuka.
Padahal, kenyataannya mereka mungkin memang mempunyai permasalahan yang perlu diatasi.
Seseorang bisa berasal dari keluarga baik-baik, memiliki segalanya, baik secara ekonomi, dan masih mengalami tantangan kesehatan mental.
Trauma tidak selalu berasal dari orang tua atau masa kecil; itu bisa berasal dari berbagai peristiwa lain dalam hidup.
Genetika, lingkungan, pola makan, vitamin D, dan banyak lagi juga memainkan peran penting. Alasannya beragam.
Tantangan kesehatan mental tidak membeda-bedakan berdasarkan apakah masa kecil Anda trauma atau tidak.
Penting bagi setiap orang untuk memahami bahwa masalah kesehatan mental itu kompleks dan dapat menyerang siapa saja, terlepas dari latar belakang pendidikan atau lingkungan keluarga mereka.***
Baca Juga: Daftar Formasi yang Bisa Dilamar Semua Jurusan, Mulai dari SMA, D3 hingga S1