AYOJAKARTA.COM - Anak-anak yang mengalami trauma dapat mengalami masalah kesehatan mental di kemudian hari.
Trauma tersebut bisa berbentuk pelecehan fisik, verbal, atau emosional, penelantaran, atau peristiwa traumatis yang berulang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Menurut dokter Zulvia Syarif di akun TikToknya @dr.zulvia.syarif.spk, salah satu masalah tersebut disebut PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) Kompleks.
Kamu mungkin pernah mendengar tentang PTSD, atau Gangguan Stres Pasca Trauma.
Ini adalah suatu kondisi yang dapat terjadi setelah mengalami peristiwa traumatis yang parah.
Baca Juga: Kampus Muhammadiyah Masih Buka Pendaftaran Lewat SBMPTMu, Tertarik Daftar?
Namun PTSD kompleks sedikit berbeda dan lebih parah.
PTSD kompleks mencakup semua gejala PTSD, seperti:
1. Mengalami kembali trauma tersebut
Hal ini dapat melibatkan kilas balik, saat anak merasa seperti menghidupkan kembali peristiwa traumatis, dan mimpi buruk tentang trauma tersebut.
2. Penghindaran
Anak mungkin menghindari apa pun yang berhubungan dengan trauma, seperti tempat, orang, atau topik tertentu.
3. Perasaan bahaya yang meningkat
Baca Juga: 22 Juta Keluarga Penerima Bansos CBP Resah! Ini Penyebabnya
Anak mungkin merasa gelisah terus-menerus, mudah terkejut, atau jantung berdebar kencang.
Selain gejala PTSD tersebut, PTSD Kompleks juga meliputi:
1. Disregulasi emosi
Anak mungkin mengalami kecemasan atau depresi yang hebat dan kesulitan mengelola emosinya.
2. Gangguan interpersonal
Anak mungkin mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dan kesulitan berhubungan dengan orang lain.
3. Konsep diri negatif
Anak mungkin memandang dirinya negatif, merasa tidak aman, malu, atau bersalah.
Memahami dan mengenali gejala-gejala tersebut sangat penting dalam membantu anak-anak yang pernah mengalami trauma.
Dengan dukungan dan pengobatan yang tepat, mereka dapat belajar mengelola gejalanya dan menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.***