Gaya Hidup

Tips Psikologi: 6 Langkah yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Marah

Oleh: Muhammad Imansyah Rabu 12 Jun 2024, 11:34 WIB
Ilustrasi seorang anak yang sedang marah

AYOJAKARTA.COM - Marah adalah salah satu mekanisme pertahanan diri yang ada di setiap individu.

Hanya saja, ketika seorang anak marah dan menjadi agresif, hal ini bisa sangat menakutkan dan membuat stres bagi semua orang yang terlibat.

Anak-anak yang kesulitan mengelola emosinya mungkin akan berteriak, melempar barang, atau bahkan memukul.

Memahami bahwa perilaku ini adalah suatu bentuk komunikasi, dapat membantu orang tua untuk merespons dengan lebih efektif.

Baca Juga: 25 SMK Terbaik di Jawa Tengah berdasarkan Rata-Rata Nilai Ujian Nasional, Ada yang Nilainya Sempurna Dapat 100

Berikut adalah 6 langkah untuk mengelola dan mengurangi ledakan tersebut yang dikutip dari situs Child Mind Institute:

1. Tetap Tenang

Membentak balik dapat memperburuk situasi.

Cobalah untuk tetap tenang untuk membantu anak belajar mengelola emosinya dengan melihat keteladananmu.

2. Jangan Menyerah

Menyerah untuk menghentikan perilaku dapat mendorong perilaku tersebut.

Tetap teguh untuk mengajarkan cara yang lebih baik dalam menangani frustrasi.

3. Apresiasi Perilaku Baik

Baca Juga: Lengkap! Informasi PPDB SMA Provinsi Bali Tahun 2024, Jadwal hingga Jalur Masuk

Saat anak sudah tenang dan menangani perasaannya dengan lebih baik, apresiasilah dia.

Hal ini memperkuat perilaku positifnya.

4. Ajarkan Pemecahan Masalah

Saat anak sudah tenang, berlatihlah mendiskusikan perasaannya dan memecahkan masalah bersama.

Ini membangun keterampilan mereka untuk waktu berikutnya.

5. Gunakan Time-Out dan Reward

Untuk anak-anak yang lebih kecil, time-out bisa efektif untuk perilaku buruk tanpa kekerasan.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Menelusuri Asal-Usul Kecemasan dan Cara Mengelolanya

Untuk anak yang lebih besar, sistem penguatan positif bekerja dengan baik.

6. Hindari Pemicu

Identifikasi dan hindari pemicu krisis yang umum seperti transisi atau tugas yang membebani.

Gunakan peringatan dan bagi tugas menjadi beberapa langkah untuk membantu mengelola situasi ini.

Jika perilaku ini sering terjadi dan parah, ini mungkin mengindikasikan masalah mendasar seperti ADHD, kecemasan, atau ketidakmampuan belajar.

Bantuan profesional dapat memberikan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarga.

Baca Juga: THR untuk KPM! 9 Bantuan Sosial Ini Cair Sebelum Idul Adha 2024, Ada yang Dapat Double Sekaligus?

Pola asuh yang konsisten, tenang, dan percaya diri adalah kunci untuk membantu anak belajar mengatur perilakunya.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman