Gaya Hidup

Kapan Harus ke Psikolog dan Kapan Harus Ke Psikiater, Berikut Pertimbangannya!

Oleh: Muhammad Imansyah Rabu 12 Jun 2024, 09:49 WIB
Ilustrasi Psikilogi dan Psikiater

AYOJAKARTA.COM - Pertanyaan yang sering diajukan ketika seseorang mulai akan berkonsultasi adalah kapan harus ke psikolog dan kapan harus ke psikiater.

Menurut psikolog Ferdian Permana di akun TikToknya @katapsikologi, ada dasarnya semua itu terserah dari keputusan si pasien.

Baik itu ke psikolog ataupun ke psikiater, keduanya boleh dilakukan.

Tapi, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum kalian memilih.

Pertama, pertimbangkan tujuanmu ketika konsultasi.

Kalau kamu ingin mendapatkan obat, tujuannya jelas hanya obat saja, kamu harus datang ke psikiater.

Baca Juga: Ingin Lolos CPNS 2024? Pastikan Nilai Passing Grade yang Kamu Raih Bisa Lewati Angka ini

Selain meresepkan obat, psikiater juga terlatih dalam memberikan sedikit konsultasi dan konseling.

Tapi kalau kamu lebih ingin curhat dalam waktu yang lebih lama, ingin konseling, ingin mendapatkan saran, kamu bisa memilih untuk mengunjungi psikolog.

Atau jika kamu membutuhkan psikoterapi seperti CBT, logoterapi, logosintesis, atau mungkin hipnoterapi, psikolog kamu lebih tepat untuk mendatangi psikolog.

Kedua, pada prinsipnya psikolog atau psikiater itu bisa memberikan diagnosis kepada anak-anak, kepada remaja, maupun dewasa.

Tapi kamu harus mempertimbangkan keparahan permasalahan mental, misalnya dinilai levelnya menengah ke atas, ada baiknya kamu mendapatkan penanganan secara medis dari psikiater.

Anggaplah misalnya depresi berat, atau kecemasan yang parah dan berat, atau mungkin schizophrenia, atau mungkin attention deficit yang berat, itu memang membutuhkan penanganan secara medis.

Baca Juga: Fakta Psikologi Tentang Perilaku Pria yang Menarik di Mata Wanita, Salah Satunya Tetap Jaga Wibawa

Tapi kalau mungkin depresi ringan, kecemasan ringan, atau mungkin kecemasan yang levelnya masih sedang, itu masih bisa ditangani dengan beberapa psikoterapi dan konseling.

Ketiga, kamu harus mempertimbangkan kemudahan akses.

Kalau di daerahmu yang ada psikolog, silakan kamu ke psikolog dulu, tanpa terlalu banyak berpikir dan membandingkan.

Kalau ternyata yang ada psikiater, silakan ke psikiater dulu.

Perlu diketahui bahwa penyebaran psikolog belum merata di Indonesia.

Baca Juga: Ingin Masuk SMK Jurusan Pemasaran? Ketahui Perbedaan Bisnis Ritel dan Bisnis Digital Lengkap Prospek Kerja

Tapi kalau psikiater, biasanya di tiap RSUD atau RSUP, minimal ada satu, sehingga mungkin bisa memberikan layanan yang lebih luas.

Terakhir dan tidak kalah penting adalah, jangan takut dengan stigma masyarakat yang mengatakan kalau kalian ke psikiater atau psikolog, artinya kamu adalah orang gila.

Ingat, tujuanmu datang ke psikolog atau psikiater agar bisa terbebas dari gangguan mental yang menurunkan kualitas hidupmu.

Jadi, jangan pedulikan omongan orang lain, terserah mau mereka mau ngomong apa, yang penting utamakan dirimu.***

Baca Juga: Masuk Peringkat Nasional, Inilah 10 SMP Terbaik di DKI Jakarta Berdasarkan Nilai Ujian Nasional Tertinggi

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman