AYOJAKARTA.COM -- Perilaku atau perbuatan seseorang dalam kehidupan sehari-hari seringkali berbicara lebih jujur daripada perkataan yang diucapkan.
Menurut pandangan psikologi, perilaku atau kebiasaan yang dilakukan oleh individu timbul akibat suasana di dalam diri yang tidak banyak diketahui orang lain.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengungkap emosi dalam diri, menurut psikologi cenderung diekspresikan dengan menunjukkan perilaku tertentu.
Karena itu, untuk mengetahui suasana asli yang terjadi dalam diri seseorang, menurut psikologi dapat dilakukan hanya dengan mengenali perilakunya.
Baca Juga: 5 Perilaku Pasangan yang Tidak Bisa Ditoleransi dalam Hubungan, Jangan Pertahankan Orang Seperti Ini
Agar lebih dapat terhubung secara emosional dengan orang di lingkaran sosial, berikut adalah cara membaca kondisi dalam diri melalui perilaku.
Perilaku seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur atau bermalas-malasan di kamar, atau berusaha menjadi super sibuk.
Individu yang terlalu banyak tidur atau mengisi waktu dengan banyak kegiatan sampai benar-benar lelah, bisa merupakan tanda suasana sedang sedih atau depresi.
Tidur atau kegiatan secara berlebih, sering dilakukan sebagai salah satu cara untuk menghindar atau lari dari suasana tidak menyenangkan di dalam hati.
Perilaku mudah tertawa karena hal-hal kecil, bisa jadi merupakan cara seseorang untuk menutupi suasana hati yang sedang kesepian.
Kebiasaan mudah tertawa seringkali dilakukan sebagai cara untuk menutupi kesepian atau agar bisa diterima oleh lingkungan sekitar.
Perilaku seseorang menghindari kontak mata, menurut kajian psikologi bisa jadi karena adanya perasaan tidak nyaman atau insecure.
Selain adanya rasa tidak nyaman, seseorang yang menghindari kontak mata bisa juga karena sedang berusaha menyembunyikan rahasia.
Perilaku sering menggerakkan kaki, menurut tinjauan psikologi hal tersebut disebabkan karena adanya perasaan gugup atau tidak sabaran.
Semakin sering atau cepat gerakan kaki yang dilakukan seseorang, menunjukkan besarnya tekanan emosi dalam diri dan tersembunyi.
Perilaku menjaga jarak saat berinteraksi, menurut kajian psikologi hal tersebut disebabkan karena sedang berusaha memberi batasan.
Disamping karena tidak ingin berada dalam keintiman, menjaga jarak juga dapat diartikan karena seseorang membutuhkan privasi lebih besar.
Perilaku meniru gerakan dan gaya bicara yang dilakukan oleh seseorang, menurut psikologi menunjukkan adanya ketertarikan.
Disadari atau tidak, individu yang menyukai orang lain akan berusaha untuk terlihat sama atau memproyeksikan diri agar menjadi lebih dekat.
Perilaku ketujuh yang dapat dijadikan pertimbangan emosi dalam diri adalah kebiasaan untuk cepat bersepakat atau setuju.
Individu yang selalu setuju dengan keinginan orang lain, menunjukkan adanya rasa takut atau menghindari persoalan.***