AYOJAKARTA.COM -- Kebahagiaan merupakan kata yang sudah diketahui oleh setiap individu manusia, namun tidak jarang justru banyak mendatangkan permasalahan.
Karena berhubungan erat dengan dimensi perasaan yang bersifat individual, makna kebahagiaan dari masing-masing orang cenderung berbeda.
Kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh seseorang atau sekelompok individu, bukan tidak mungkin menjadi suatu ancaman atas kebahagiaan orang lain di sekitarnya.
Selain pemaknaan dan kebutuhan individual, penyebab lain perbedaan rasa bahagia setiap orang adalah karena ketidaktahuan cara dalam menciptakannya secara mandiri.
Baca Juga: Psikologi Kepribadian Orang yang Suka Memakai Pakaian Warna Hitam, Seperti Apa?
Menurut psikologi, kebahagiaan seseorang terjadi karena adanya keseimbangan senyawa kimia yang berfungsi sebagai hormon dan neurotransmiter di dalam diri.
Senyawa kimia seperti Dopamine, Oksitosin, Endorphin, serta Serotonin menurut kajian psikologi adalah senyawa penting dalam proses pembentukan kebahagiaan.
Semakin sering seseorang memproduksi senyawa tersebut melalui sejumlah aktivitas, kesempatan merasakan kebahagiaan akan semakin memungkinkan.
Untuk menciptakan kebahagiaan, berikut ini adalah aktivitas harian yang dapat menjadi pemicu datangnya senyawa-senyawa kimia bahagia.
Pertama adalah Dopamine atau senyawa kimia yang dapat berperan sebagai pembentuk lahirnya penghargaan terhadap diri sendiri atau Self Respect atau rasa syukur.
Adapun contoh aktivitas sederhana untuk dapat memproduksi hormon Dopamine adalah mengapresiasi setiap pencapaian diri, meski bagi orang lain dianggap pencapaian kecil.
Merawat diri dengan olahraga, menikmati makanan kesukaan atau memberikan waktu jeda dari kesibukan merupakan aktivitas pencetus kebahagiaan.
Oksitosin atau senyawa kimia yang memiliki peran sebagai Connection atau memicu keterhubungan dengan orang lain.
Untuk mendapatkan senyawa keintiman yang dapat menjernihkan perasaan, setiap individu dapat melakukan aktivitas kebersamaan dengan orang-orang terdekat.
Selain curhat untuk menyampaikan isi perasaan, Oksitosin bisa didapat melalui aktivitas seperti membantu orang lain dan mengisi waktu berkualitas bersama orang terdekat.
Endorphin atau hormon pemicu kesenangan merupakan senyawa kimia yang berfungsi sebagai penguat diri atau bersifat Pain Management.
Selain bercinta bagi pasangan suami-istri, endorfin dapat diproduksi secara mandiri melalui aktivitas olahraga, menonton atau mendengarkan musik kesukaan, bahkan tertawa.
Baca Juga: Ini 5 Fakta Fun Psikologi yang Tidak Kamu Ketahui, Mengejutkan dan Diluar Prediksi
Sementara aktivitas menulis sangat berguna untuk memproduksi senyawa Serotonin atau senyawa yang berguna mengelola perasaan dan emosi atau Mood Management.
Di samping menulis, untuk mendapatkan kebahagiaan secara mandiri juga dapat dilakukan dengan berkontemplasi atau relaksasi diri.
Kebutuhan senyawa Serotonin untuk memproduksi kebahagiaan dapat diperoleh dengan berjalan tanpa alas kaki, ritual ibadah serta menikmati cahaya matahari.***