AYOJAKARTA.COM - Wanita harus mengetahui apa saja tanda wanita yang akan mengalami menopause. Lalu apa saja tanda-tandanya? Yuk simak di sini!
Setiap wanita akan mengalami masa menopause, yaitu masa ketika menstruasi berhenti secara permanen. Menopause biasanya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun ke atas.
Saat menopause terjadi, tentu saja akan ada gejala-gejala tertentu yang dialami. Namun, gejala-gejala ini tidak harus mengganggu kehidupan sehari-hari.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Dokter WSP, pada Jumat, 31 Mei 2024, berikut ini adalah 10 tanda yang dialami wanita ketika akan menopause:
1. Susah Tidur
Wanita yang mendekati menopause sering mengalami insomnia atau susah tidur. Mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur dan bangun lebih pagi.
Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan tubuh sulit tenang dan beristirahat. Untuk mengatasi ini, coba lakukan teknik relaksasi, pernapasan yang benar, atau olahraga pada siang hari.
2. Perubahan Pada Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi bisa berubah menjelang menopause. Jumlah darah yang keluar bisa lebih banyak atau lebih sedikit, atau hanya berupa flek. Durasi menstruasi juga bisa menjadi lebih singkat atau lebih lama.
Misalnya, jika menstruasi biasanya berlangsung selama 3 hari, bisa saja menjadi lebih singkat atau jarang terjadi, seperti 3 bulan sekali atau setahun sekali.
3. Rasa Panas pada Tubuh
Sebagian besar wanita mengalami panas pada tubuh satu atau dua tahun sebelum menstruasi terakhir mereka.
Rasa panas ini bisa dirasakan di wajah atau seluruh tubuh, dengan intensitas yang bervariasi. Meskipun hot flashes mungkin berlanjut setelah menopause, frekuensinya akan berkurang seiring waktu.
4. Nyeri Saat Berhubungan Intim
Berkurangnya kadar estrogen dapat menyebabkan vagina menjadi kering, yang bisa menyebabkan rasa gatal, panas dan nyeri saat berhubungan intim.
Menggunakan pelumas atau pelembab vagina yang aman dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman ini.
5. Penurunan Gairah Seksual
Penurunan kadar estrogen juga dapat memperlambat reaksi orgasme dan menyebabkan vagina menjadi kering, yang dapat mengurangi gairah seksual.
Rasa nyeri saat berhubungan intim juga bisa menjadi penyebab menurunnya minat seksual.
6. Terjadi Masalah pada Saluran Kemih
Wanita yang mendekati menopause mungkin sering merasa ingin buang air kecil, sulit menahan buang air kecil, atau mengalami nyeri saat berkemih.
Ini disebabkan oleh hilangnya elastisitas pada jaringan vagina dan saluran kemih serta melemahnya otot-otot. Latihan-latihan dapat membantu memperkuat otot-otot ini.
7. Rambut Rontok dan Kering
Menurunnya kadar estrogen juga mempengaruhi pertumbuhan rambut, menyebabkan rambut menjadi rontok dan kering.
Selain hormon, proses penuaan juga dapat menyebabkan perubahan pada kondisi rambut.
8. Gangguan Suasana Hati
Perubahan produksi hormon estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi suasana hati.
Beberapa wanita mungkin mengalami perubahan suasana hati, seperti cepat marah, mudah depresi dan gangguan suasana hati lainnya. Ini adalah hal yang wajar dan dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi.
Baca Juga: Tips WhatsApp: Ini 3 Cara Membuat WA Kamu Terlihat Offline Padahal Online, Apa Saja?
9. Masalah Pernapasan Saat Tidur
Mendengkur atau jeda napas saat tidur, lebih sering terjadi pada wanita sebelum dan setelah menopause. Kadar hormon progesteron yang rendah dapat menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur.
10. Kulit Menjadi Lebih Kering
Berkurangnya kadar hormon estrogen sangat mempengaruhi elastisitas kulit karena hormon ini berfungsi untuk memproduksi kolagen dan minyak yang menjaga kelembaban kulit.
Jika kulit menjadi kering dalam waktu yang lama, ini bisa menjadi salah satu tanda menopause.
Gejala-gejala yang terjadi pada saat wanita akan mengalami menopause berbeda-beda untuk setiap wanita.
Beberapa wanita bahkan tidak mengalami gejala apapun menjelang menopause. Gejala-gejala tersebut sangat wajar terjadi, jadi sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir.***