AYOJAKARTA.COM – Ketika seseorang bertanya bagaimana kabarmu, apa yang biasanya kamu katakan?
Apakah kamu menepis emosi dan hanya berkata "Aku baik-baik saja"? Banyak dari kita merasa sulit untuk berbicara kepada orang lain tentang apa yang sebenarnya dialami.
Mungkin karena kita merasa lelah, gugup, atau tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Ada juga kekhawatiran bahwa orang lain tidak akan mengerti atau kita akan dianggap sebagai beban.
Namun, berbicara kepada orang yang kamu percayai atau konselor bisa menjadi cara terbaik untuk melepaskan emosi dan merasa lebih baik.
Mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di bawah permukaan bisa membuatmu merasa lega.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Psych2Go yang diunggah 18 November 2021, berikut 7 tanda bahwa seseorang tidak baik – baik saja:
1. Kamu menarik diri dan mengisolasi diri
Apakah kamu sering menyendiri di kamar saat merasa sedih atau mengisolasi diri dari keluarga atau teman?
Isolasi bisa menjadi tanda adanya masalah dengan kesehatan mental.
Meskipun baik untuk menjauh dari konflik dan mengambil waktu untuk diri sendiri, terlalu banyak isolasi bisa menjadi tanda depresi.
Jika kamu merasa terlalu sering ingin sendiri, cobalah menghubungi teman atau keluarga untuk berbicara atau merencanakan aktivitas bersama.
2. Kamu tidur terlalu banyak atau kurang tidur
Gangguan tidur bisa menjadi tanda adanya stres emosional, seperti kecemasan atau depresi.
Gangguan tidur yang terjadi lebih dari sekali atau dua kali seminggu tanpa alasan fisik bisa terkait dengan masalah psikologis. Bicaralah dengan konselor atau terapis jika masalah tidur ini berlanjut.
3. Kamu tidak menikmati acara bahagia
Jika kamu merasa tidak seperti diri sendiri di acara - acara yang biasanya menyenangkan, ini bisa menjadi tanda mati rasa emosional atau depresi.
Baca Juga: Banyak Diminati, Segini Harga Paket Internet Starlink Buatan Elon Musk untuk Rumahan, Berapa Mbps?
4. Kamu sering memiliki pikiran bunuh diri
Pikiran bunuh diri menunjukkan bahwa kamu mengalami rasa sakit yang berat. Namun, penting untuk diingat bahwa bunuh diri adalah solusi permanen untuk masalah sementara.
Ada banyak sumber daya dan orang yang siap membantumu. Jika kamu mengalami pikiran ini, penting untuk mencari bantuan dan berbicara kepada konselor atau orang yang kamu percayai.
5. Kamu mengatakan "aku baik-baik saja" meski tidak
Menekan emosi mungkin tampak seperti solusi cepat, tetapi sebenarnya bisa menyebabkan tekanan lebih lanjut di masa depan.
Mengabaikan perasaan negatif atau konflik bisa berujung pada ledakan emosi di kemudian hari. Cobalah untuk merasakan dan mengatasi perasaanmu saat itu terjadi daripada menekannya.
Baca Juga: Daftar 50 Instansi Pusat dan Daerah yang Membuka Formasi pada Seleksi CPNS dan PPPK 2024
6. Kamu tidak menyukai diri sendiri dan membiarkan ketidakamanan menguasai
Semua orang memiliki ketidakamanan, tetapi jika kamu terus menerus memikirkan kekurangan diri dan merasa orang lain akan menghakimi, ini bisa menjadi awal kebiasaan yang tidak sehat.
Menerima diri sendiri adalah langkah penting untuk kesehatan mental yang baik. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri dan cobalah untuk mengatasi ketidakamanan dengan cara yang positif.
7. Kamu hanya bertahan hidup, bukan menikmati hidup
Jika kamu hanya menunggu akhir pekan untuk merasa lebih baik, mungkin sudah saatnya mengevaluasi ulang hidupmu.
Menemukan kegiatan atau hobi baru yang membuatmu bahagia dan memberi makna pada hidupmu bisa membantu.
Cobalah mengambil kelas tari, menghubungi teman lama, atau melakukan perjalanan. Menikmati momen dalam hidup dan hidup di saat ini bisa membuat perbedaan besar.
Jika kamu mengalami tanda - tanda ini, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.
Berbicara kepada orang lain dan mendapatkan dukungan bisa membantu kamu merasa lebih baik dan kembali menikmati hidup.
Ingatlah bahwa mengatakan "Aku tidak baik-baik saja" bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, itu adalah langkah pertama menuju kesehatan mental yang lebih baik dan kebahagiaan.***