Gaya Hidup

Psikologi Teknik Mengendalikan Pikiran: Pahami Bagaimana Manipulator Berusaha Mengarahkan Pikiranmu, Menghilangkan Identitas Kepribadian Dirimu

Oleh: Sucipto Senin 20 Mei 2024, 05:53 WIB
Ilustrasi psikologi teknik mengendalikan pikiran

AYOJAKARTA.COMMengendalikan pikiran bukanlah sesuatu yang secara eksklusif dimiliki oleh mereka para praktisi psikologi.

Bahkan, secara tradisi, mengendalikan pikiran adalah sesuatu yang lumrah dilakukan oleh orang-orang dari zaman kuno.

Dan kali ini, kita membahas beberapa tips psikologi teknik mengendalikan pikiran.

Secara tradisi, teknik tidak hanya dilakukan oleh orang-orang biasa dalam hubungan antar individu, tetapi juga kelompok.

Nah, inilah beberapa psikologi teknik psikologis mengendalikan pikiran:

Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan dengan Kuota Paling Banyak, Calon Taruna Taruni Wajib Tahu!

· Isolasi

Isolasi fisik bisa sangat ampuh, tetapi bahkan ketika isolasi fisik tidak mungkin dilakukan atau tidak praktis, para manipulator biasanya akan berusaha mengisolasi kamu secara mental.

Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari seminar selama satu minggu di pedesaan hingga mengkritik keluarga dan lingkaran pertemanan kamu.

Membatasi pengaruh lain dengan mengendalikan arus informasi adalah tujuan utamanya.

· Kritik

Kritik dapat digunakan sebagai alat isolasi.

Para manipulator biasanya akan berbicara dengan istilah "kita melawan mereka", mengkritik dunia luar dan mengklaim keunggulan mereka.

Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Golongan Darah yang Paling Mudah Stres, Selamat Goldar O Menjadi Sosok yang Paling Bahagia

Menurut mereka, kamu harus merasa beruntung bisa bergaul dengan mereka.

· Bukti Sosial dan Tekanan Teman Sebaya

Mereka yang berusaha memanipulasi kelompok besar orang biasanya akan menggunakan bukti sosial dan tekanan teman sebaya untuk mencuci otak para pendatang baru.

Bukti sosial adalah fenomena psikologis di mana (beberapa) orang menganggap bahwa tindakan dan keyakinan orang lain adalah tepat dan, karena "semua orang melakukannya", mereka harus dibenarkan.

Hal ini bekerja dengan sangat baik ketika seseorang tidak yakin apa yang harus dipikirkan, bagaimana berperilaku, atau apa yang harus dilakukan.

Banyak orang dalam situasi seperti itu hanya akan melihat apa yang orang lain lakukan dan melakukan hal yang sama.

Baca Juga: Tes IQ: Asah Analisamu! Coba Temukan 3 Perbedaan pada Gambar Motor Ini, Yakin Bisa?

· Takut Akan Terasing

Pendatang baru dalam kelompok manipulatif biasanya akan mendapat sambutan hangat.

Mereka akan membentuk banyak pertemanan baru yang tampaknya jauh lebih dalam dan lebih bermakna daripada apa pun yang pernah mereka alami.

Kemudian, jika ada keraguan yang muncul, hubungan ini akan menjadi alat yang ampuh untuk mempertahankan mereka di dalam kelompok.

Bahkan jika mereka tidak sepenuhnya yakin, kehidupan di dunia luar mungkin akan terasa sepi.

· Pengulangan

Pengulangan yang konstan adalah alat persuasi yang ampuh.

Baca Juga: Bocoran Tes Kesehatan dan Kebugaran SPMB PKN STAN 2024, Ini Materi Seleksi yang Wajib Disiapkan Agar Lolos

Meskipun mungkin terlihat terlalu sederhana untuk menjadi efektif, mengulang pesan yang sama membuatnya akrab dan lebih mudah diingat.

Dikombinasikan dengan bukti sosial, pengulangan menyampaikan pesan dengan sangat efektif.

Adanya afirmasi (sebagai teknik pengembangan diri) adalah bukti lain bahwa pengulangan berhasil.

Jika kamu dapat membujuk diri kamu sendiri melalui pengulangan, kemungkinan besar seseorang akan mencoba menggunakan pengulangan untuk memanipulasi kamu agar berpikir dan berperilaku dengan cara tertentu.

· Kelelahan

Kelelahan dan kurang tidur mengakibatkan kelelahan fisik dan mental.

Baca Juga: Tak Sama, Beda Jurusan Kuliah S1 Manajemen Bisnis dan Administrasi Bisnis, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Kamu lebih rentan terhadap bujukan ketika kamu lelah secara fisik dan kurang waspada.

Sebuah studi yang disebutkan dalam Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa individu yang tidak tidur hanya selama 21 jam lebih rentan terhadap sugesti.

· Membentuk Identitas Baru

Pada akhirnya, para manipulator ingin mengubah identitas kamu.

Mereka ingin kamu berhenti menjadi diri sendiri dan menjadi robot yang tanpa berpikir panjang mengikuti perintah mereka.

Dengan menggunakan semua metode dan teknik manipulasi pikiran yang disebutkan di atas, mereka akan mencoba untuk mengekstrak pengakuan dari kamu.

Suatu bentuk pengakuan bahwa kamu percaya bahwa mereka adalah orang baik yang melakukan hal yang baik (ada beberapa variasi).

Baca Juga: Pejuang LDR? 6 Cara Memanjakan Pacar Lewat WhatsApp, Dijamin Anti Ditikung

Awalnya, mungkin sesuatu yang tampaknya tidak penting, seperti menyetujui bahwa anggota kelompok adalah orang-orang yang menyenangkan dan penuh kasih atau bahwa beberapa pandangan mereka valid.

Setelah kamu menerima satu hal kecil tersebut, kamu mungkin akan lebih siap untuk menerima ide-ide lainnya.

Sebelum kamu menyadarinya, karena keinginan untuk konsisten dengan apa yang kamu lakukan dan katakan, kamu mulai mengidentifikasi diri kamu sebagai bagian dari kelompok tersebut.

Hal ini sangat kuat jika kamu tahu bahwa pengakuan kamu direkam atau difilmkan, untuk berjaga-jaga jika kamu lupa, ada bukti fisik dari identitas baru kamu.

Setelah membaca ini, kamu mungkin bertanya-tanya tentang "kelompok" dalam hidupmu.

Apakah mereka memanipulasi dirimu? Pahami benar tentang teknik psikologis cara mengendalikan pikiran ini.***

Baca Juga: Tes IQ: Seberapa Tajam Penglihatanmu? Temukan 3 Perbedaan Pada Anak Laki- laki Ini, Uji Kemampuan Milikmu!

Reporter Sucipto
Editor Imanudin Abdurohman