AYOJAKARTA.COM - Menurut Shawn Achor, penulis The Happiness Advantage, kebahagiaan, sebagai sebuah konsep adalah sesuatu yang sangat rumit.
Meskipun ada alat yang canggih untuk mengukur emosi dan memprediksi perilaku, kita masih perlu mencari tahu secara tepat apa kebahagiaan.
Akibatnya, terkadang lebih mudah untuk membicarakan kebahagiaan secara tidak langsung dalam kaitannya dengan fenomena mental lainnya, seperti kegembiraan, keterlibatan, dan motivasi.
Dilansir dari PositivePsychology.com, kebahagiaan mengacu pada pengalaman emosi positif yang dipadukan dengan perasaan yang jauh lebih dalam, termasuk tujuan dan makna.
Demikian pula, Martin Seligman, bapak psikologi positif, menghubungkan kebahagiaan dengan tiga komponen berikut dalam teori kebahagiaan aslinya, yakni:
1. Emosi positif (Positive Emotions)
Kesenangan, kehangatan, kenyamanan, dan bahkan kegembiraan, sebagai contoh, menciptakan “kehidupan yang menyenangkan”.
2. Keterlibatan (Engagement)
Juga dikenal sebagai mengalir (flow), penggabungan antara aktivitas dengan “terhanyut” di dalamnya.
Baca Juga: Tips WhatsApp Agar WA Tidak Dibuka Teman Kantor, Selalu Cek Ini Secara Rutin
3. Makna (Meaning)
“Kehidupan yang bermakna” terdiri dari kepemilikan, atau pengabdian, sesuatu yang lebih penting daripada diri sendiri.
Ketika Seligman pertama kali menulis tentang teori kebahagiaan yang otentik, dia mengira tujuan psikologi positif adalah untuk mengejar kebahagiaan tersebut.
Namun, teori kesejahteraan selanjutnya mengembangkan pendekatannya, dengan menyatakan “tujuan psikologi positif adalah untuk meningkatkan kesejahteraan”.
Oleh karena itu, meskipun emosi, keterlibatan, dan makna positif itu penting, hal-hal tersebut harus dipadukan dengan hubungan dan pencapaian yang positif.
Baca Juga: 15 Ide Kerjaan Freelance buat Pemula Tanpa Skill Khusus, Bisa Buat Pemasukan Tambahan
Bersama-sama, hal-hal tersebut memiliki jangkauan luas dan menawarkan jalan menuju tingkat pertumbuhan yang lebih dalam dan kebahagiaan yang lebih mendalam.
Psikolog Barbara Fredrickson juga mengakui masalah definisi kebahagiaan.
Dia berpendapat bahwa istilah 'kebahagiaan' tidak jelas dan digunakan secara berlebihan dan lebih baik dijelaskan dalam istilah perasaan seperti cinta, syukur, dan kegembiraan.
Baca Juga: Formasi CPNS 2024 yang Bisa Dilamar Semua Jurusan, Lulusan SMA/SMK, D3 hingga S1 Merapat!
Menurut Fredrickson, kebahagiaan sebaiknya dibungkus dalam konsep 'positif'. Setiap emosi positif mendukung dan mengarahkan emosi positif lainnya.
Meskipun secara konseptual, kebahagiaan sulit untuk didefinisikan, setidaknya di tempat kerja, dalam istilah praktis, kebahagiaan berkaitan erat dengan motivasi karyawan, pengetahuan diri yang lebih dalam, spiritualitas, dan pencarian makna dalam pekerjaan.
Oleh karena itu, Achor menolak pandangan tradisional bahwa bekerja lebih keras akan membawa kesuksesan dan, pada akhirnya, kebahagiaan.
Sebaliknya, kebahagiaan bergantung pada siapa diri kita dan bagaimana perasaan kita terhadap pekerjaan dan kehidupan kita.
***